Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 19 DESEMBER 2022 • 14:08 WIB

Beda Keterangan Dua Ahli Forensik Soal Jumlah Luka Tembak di Tubuh Brigadir J

Beda Keterangan Dua Ahli Forensik Soal Jumlah Luka Tembak di Tubuh Brigadir JAhli Forensik dari dari RS Polri Kramat Jati, Farah Karouw dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/12/2022). (INDOZONE/Asep Bidin Rosidin)

Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan dua ahli forensik dan medikolegal dalam sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (19/12/2022).

Mereka adalah Farah Primadani Karouw dari RS Polri Kramat Jati, dan Ade Firmansyah Sugiharto dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kedua ahli tersebut memberikan keterangan berbeda soal jumlah luka tembak di tubuh Brigadir J.

Baca Juga: Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi Jadi Saksi Bharada E dan Kuat Ma'ruf

Menurut Farah, terdapat tujuh luka tembak masuk di tubuh Brigadir J. Sementara luka tembak keluar sebanyak enam buah.

"Yang saya temukan pada pemeriksaan, kami temukan tujuh buah luka tembak masuk. Serta enam buah luka tembak Keluar," ujar Farah.

Sedangkan Ade menyebut luka tembak masuk sebanyak lima buah, dan luka tembak keluar sebanyak empat.

"Kami memang melihat luka di tubuh jenazah, ada lima luka tembak masuk dan empat luka tembak keluar," kata Ade.

Farah menyebut, tujuh luka tembak masuk yakni di kepala bagian belakang sisi kiri, kemudian di bibir bawah sisi kiri, puncak bahu kanan, dada sisi kanan, pergelangan tangan kiri sisi belakang, serta di kelopak bawah mata kanan, dan terakhir di jari manis tangan kiri.

Sementara enam luka tembak keluar, Farah menyebut berada di puncak hidung, kemudian di leher sisi kanan, di lengan atas kanan sisi luar, di pergelangan tangan kiri sisi depan, serta di jari manis tangan kiri sisi dalam.

Sementara itu, kata Ade, lima luka masuk di kepala belakang sisi kiri, di bibir bawah sisi kiri, di puncak bahu kanan, di dada sisi kanan, dan lengan bawah kiri bagian belakang.

Baca Juga: Ricky Rizal Ungkap Kuat Ma’ruf Kejar Brigadir J Sambil Pegang Pisau saat di Magelang

Kemudian, Ade menjelaskan soal adanya perbedaan tersebut. Menurutnya, saat dia menerima dan mengautopsi jenazah Yosua, jenazahnya sudah dalam kondisi membusuk dan diawetkan. Dia menyebut, tiga luka lainnya di tubuh Yosua hanya luka lintasan dari proyektil.

"Yang di jari ada luka, kami melihatnya bukan luka tembak masuk, kami melihatnya itu alur tembakan peluru, satu lintasan proyektil. Di bawah mata juga jalur lintasan. Ketika anak peluru masuk kepala bagian belakang sisi kiri, kemudian dia kan keluar ke sisi hidung, dan berdasarkan TKP itu memantul," tandas Ade. 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Beda Keterangan Dua Ahli Forensik Soal Jumlah Luka Tembak di Tubuh Brigadir J

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!