Anies Baswedan saat diskusi pleno U20 Mayors Summit 2022 di Jakarta. (ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
Meski belum dapat dukungan dari partai politik manapun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pede menyatakan siap maju mencalonkan diri sebagai Presiden RI pada Pemilihan Presiden 2024.
Dengan masa jabatan lima tahunnya sebagai gubernur yang akan berakhir bulan depan, Anies Baswedan, 53, telah muncul dalam jajak pendapat sebagai salah satu tokoh teratas yang diperkirakan akan bertarung dalam pemilihan presiden pada Februari 2024.
"Saya siap mencalonkan diri sebagai presiden jika sebuah partai mencalonkan saya," katanya dalam sebuah wawancara di Singapura seperti yang dilansir Reuters, Jumat (16/9/2022).
Ia menyebutkan bahwa statusnya bukan kader partai manapun memungkinkannya unguk bisa membuka "ruang berkomunikasi dengan semua faksi".
Baca juga: Anies Siap Nyapres, PDIP DKI: Kita Lihat Apa Ada Partai yang Nerima
"Survei yang tidak diminta ini terjadi bahkan sebelum saya berkampanye, saya pikir mereka memberi saya lebih banyak kredibilitas," kata Anies.
Anies diprediksi bakal bertarung dengan kandidat Capres potensial lainnya termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang mencalonkan diri dua kali sebelumnya, tetapi tidak berhasil, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Beberapa pengamat menyebutkan Anies memiliki peluang yang bagus sebagai Gubernur DKI Jakarta sama seperti pendahulunya Jokowi di mana selama dua tahun sebelum memenangkan kampanye Pilpres 2014.
Posisi sebagai Guburnur DKI Jakarta sering dianggap sebagai batu loncatan menuju kursi kepresidenan.
Tetapi menurut Reutes Anies dikritik bisa naik ke tampuk kekuasaan di Jakarta pada tahun 2017 karena dibantu oleh kelompok Islam garis keras yang telah melakukan agitasi selama berbulan-bulan terhadap lawannya dan mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama seorang Kristen etnis Tionghoa yang kemudian dipenjara karena menghina Islam.
Baca juga: Anies Dipuji Demokrat Sebagai Figur yang Merepresentasikan Perubahan hingga Perbaikan
Pada saat itu, Anies, yang menganut Islam moderat, terlihat tak mampu berbuat banyak untuk memperbaiki keretakan agama dan komunal yang melebar di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia itu.
Namun dia mengatakan kebijakannya sebagai gubernur telah "mempersatukan rakyat Jakarta".
"Dulu, orang berasumsi tentang saya dan apa yang saya perjuangkan dan apa yang akan saya lakukan di kantor. Sekarang, saya telah menjabat selama lima tahun, jadi nilailah saya berdasarkan kenyataan dan rekam jejak," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: