Ilustrasi krisis air bersih (ANTARA/Oky Lukmansyah)
Kumpulan warga dari Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Setiap bulan, Rp1,4 miliar harus dikeluarkan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari 1.286 keluarga.
Uang sebesar Rp1,4 Miliar tersebut harus dikeluarkan demi memenuhi kebutuhan air bersih sebanyak ribuan keluarga dari kampung Blok Limbah, Blok Eceng dan Blok Empang.
Dijelaskan bahwa jumlah keluarga yang terdapat Blok Limbah sebanyak 105 keluarga, Blok Eceng sebanyak 201 keluarga, serta Blok Empang sebanyak 980 Keluarga.
"Maka didapat jumlah uang per hari untuk kebutuhan air sebesar Rp48.868.000 atau per bulan sebesar Rp1.466.040.000," ucap salah satu warga bernama Nurweni di Balai Kota DKI, Selasa (22/2/2022).
Nurweni memaparkan, setiap keluarga membutuhkan 228 liter air bersih untuk melakukan berbagai kegiatan, yakni diantaranya minum, cuci-cuci, dan juga mandi. Maka, setiap keluarga harus merogoh kocek sebanyak Rp1.140.000 per bulan.
Baca juga: Mesra dengan 3 Partai Ini, Anies Dinilai Berpeluang Diusung Jadi Capres 2024
Karena nominal uang yang dikeluarkan sangat besar bagi warga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan, mereka merasa keberatan. Dengan begitu, mereka meminta agar dibangun kios-kios air bersih.
"Pam Jaya melakukan pelayanan suplai air minum menggunakan kios air untuk warga yang berada di Blok Limbah, Blok Eceng, dan Blok Empang sebanyak 293.208 Liter per hari untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 4.068 jiwa atau sebanyak 1.286 keluarga," terangnya.
"Kios air yang akan dipasang, dikelola dan didistribusikan oleh koperasi dari masing-masing kampung sebagai badan hukum kelompok masyarakat setempat," tandas Nurweni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: