Indonesia akan diperkuat 48 jet tempur setelah proyek pembangunan KF-21 Boramae disepakati kembali bergulir bersama Korea Selatan. Namun Indonesia masih kalah dengan Singapura yang akan memiliki jet tempur F-35B.
KF-21 merupakan jet tempur generasi 4,5 yang memiliki kemampuan semi-siluman. Sementara F-35B merupakan jet tempur generasi kelima yang sudah sepenuhnya siluman. Teknologi siluman yang dimiliki pesawat buatan Lockeed Martin asal Amerika Serikat (AS) ini membuatnya sulit dideteksi radar musuh, sehingga memungkinkan untuk melancarkan serangan mengejutkan.
Dalam laporan Defense News, Singapura telah memegang kesepakatan dengan AS dalam proyek pengadaan jet tempur yang akan menggantikan F-16C/D tersebut. Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui pembelian 12 unit F-35B pada Januari 2020.
F-35B yang dipesan Singapura adalah jenis Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL). Tipe ini memungkinkan Singapura untuk mengoperasikannya di jalur landasan yang pendek dan melakukan pendaratan vertikal. Ini sesuai dengan kondisi geografis Singapura yang memiliki lebar pulau hanya sekitar 40 kilometer.
Singapura akan mendapat pelatihan operasional F-35B dari AS di Pangkalan Udara Ebbing di Fort Smith, Arkansas. Adapun tahapan pertama F-35B yang mereka pesan akan mulai tiba pada 2026.
Indonesia sebenarnya juga mengincar jet tempur canggih tersebut. Namun AS menilai Indonesia lebih cocok dengan pesawat F-16 lawas yang ditingkatkan kemampuannya menjadi F-16 Viper Block 70/72. Tipe ini memiliki konfigurasi paling mutakhir dari seri F-16, namun merupakan jet tempur generasi ke-4.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan sempat menyampaikan kekecewaannya pada AS saat bertemu perwakilan Kementerian Pertahanan AS, James Anderson tahun lalu. Bagi Luhut, kebijakan AS yang justru menawarkan F-16 menjadi sinyal Indonesia belum dipandang sebagai mitra strategis oleh Negeri Paman Sam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: