Nirina Zubir. (Instagram/@nirinazubir_)
Nirina Zubir mendadak walk out saat wawancara live di salah satu stasiun TV membahas soal kasus mafia tanah. Nirina melakukan aksi walk out tersebut karena kesal dengan stasiun TV yang mengundangnya.
Nirina pergi di tengah sesi wawancara. Tak sendirian, Nirian hadir bersama pengacaranya saat sesi wawancara tersebut. Momen Nirina walk out ini pun menjadi sorotan publik. Berikut kronologi Nirina Zubir walk out dari stasiun TV.
Nirina Zubir bersama pengacaranya menyesalkan kehadiran pengacara tersangka. Sebab, sejak awal Nirina mengaku diberitahu hanya melakukan sesi wawancara bersama BPN Jakarta Barat.
Dia tidak tahu bahwa pengacara tersangka juga akan hadir di sesi wawancara tersebut. Pengacara Nirina, Ruben Jeffrey Siregar juga mengatakan bahwa pengacara tersangka berbicara tanpa bukti.
"Kami tahunya hari ini sama BPN Jakarta Barat, bukan sama lawyer yang saya nggak tahu dan nggak pernah lihat surat kuasanya. Ngomong asal-asalan nggak ada bukti," ujar ruben.
Sebelum walk out, Nirina terang-terangan mengatakan bahwa pihak stasiun TV yang mengundangnya tersebut telah memberi panggung kepada pengacara tersangka.
Baca juga: Polisi Bongkar Cara ART Rampas Aset Nirina Zubir, Diawali dengan Dalih Sertifikat Hilang
Nirina merasa kecewa dengan stasiun TV tersebut. Ia meminta agar pihak TV itu menuliskan permintaan maaf kepada dirinya dan Ruben yang merasa dijebak.
"TV One menjebak Nirina Live bersama seseorang yang adalah mengaku kuasa hukum dari tersangka, riri Kasmita, yang kita ketahui bukan dia. Kalaupun itu dia lawyer baru, oh come on, banyak lah pasti lawyer-lawyer yang pada saat ini yang bermunculan, tapi masa dikasih panggung sama TV One? I'm very disappointed. Saya dan lawyer saya meminta surat permohonan minta maaf dari TV One. Saya tunggu," kata Nirina dalam unggahan Instagram Story-nya, Kamis (18/11/2021).
TV One selaku stasiun TV yang mengundang Nirina pun akhirnya muncul dan memberi klarifikasi. TV One mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak bermaksud menjebak Nirina dan pengacara.
"Semata-mata, kehadiran pengacara tersangka tersebut untuk memenuhi kaidah pemberitaan yang seimbang dan menghormati asas praduga tak bersalah," demikian pernyataan TV One.
TV One juga mengatakan bahwa ia memperoleh narasumber tersebut untuk memenuhi kaidah keberimbangan di menit terakhir menjelang on air. Nirina, kata TV One pada awalnya tidak masalah berdialog dengan pengacara tersangka.
"Saat jeda komersial pun tidak ada masalah. Persoalan muncul ketika di segmen berikutnya presenter memberi waktu ke kuasa hukum tersangka," lanjut stasiun TV tersebut.
TV One kemudian menegaskan bahwa pihaknya sepakat dan berpihak pada pemberantasan mafia tanah.
"Dalam konteks isi dialog, tvOne sepakat dan berpihak pada pemberantasan Mafia Tanah. Oleh karena itulah, kami menghadirkan nara sumber yang kompeten lainnya, seperti Staf Khusus Kementerian BPN, Dirkrimsus Polda Metro Jaya dan Pengamat Pidana. Dari narasumber tersebut, disimpulkan semuanya setuju Mafia Tanah harus diperangi. Demikian penjelasan kami semoga bisa membantu menjernihkan informasi atas ketidaknyamanan Mbak Nirina Zubir, selaku korban Mafia Tanah," tutup TV One dalam klarifikasinya.
Seperti yang diketahui, aset keluarga Nirina dirampas oleh ART kepercayaan keluarganya sendiri.
Awal mula aset tersebut dirampas berawal dari ibu Nirina Zubir meminta tolong sang ART untuk mengurus sertifikat yang hilang. Ada sekitar 6 sertifikat tanah yang hilang pada saat itu.
Tak sendiri, sang ART dibantu beberapa orang untuk memuluskan niat jahatnya tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: