Mumtaz Rais menghitung uang di Masjid Al-Ibadah Kemang, Jaksel. (Instagram)
Usai videonya viral saat meminta dukungan kepada jemaah Kinthiliyah (sebutan untuk jemaah dakwah Gus Miftah), Ahmad Mumtaz Rais membagikan video singkat saat dirinya memberikan sumbangan di Masjid Al-Ibadah, Kemang, Jakarta Selatan pada Jumat (8/10/2021).
Dalam video tersebut, Mumtaz awalnya terlihat menghitung uang dan membaginya menjadi beberapa tumpukan.
"Jumat barokah," katanya seraya menghitung uang.
Kemudian, ia menyerahkan beberapa lembar uang kepada seorang jemaah.
Pada keterangan video yang ia unggah, Mumtaz menyampaikan alasan mengapa ia menyebut masjid tersebut sebagai masjid favoritnya.
"Cukup 3 alasan saja: 1. Bersih, 2. Dingin, 3. Murottal imamnya mirip SHURAIM. Bikin sholat khusyuk, ngaji nyaman, dan pastinya deket rumah. Itu terpenting," tulisnya.
Mumtaz juga mengingatkan bahwa di masjid tersebut juga akan ada acara Maulid Nabi Muhammad pada 27 Oktober.
"Bakal nyumbang lagi deh, hehehe... Siyaap pokoknya!" katanya menambahkan.
Seperti diketahui, dalam videonya yang viral sebelumnya, Mumtaz terang-terangan meminta dukungan dari jemaah Kinthiliyah seraya memberikan bantuan sebesar Rp100 juta. Ia menyebut dirinya Bang Jago dalam video itu.
"Bang Jago enggak banyak bicara. Bang Jago langsung aksi, bukan teori. Menyumbang uang tunai sebesar Rp 100 juta rupiah untuk semua Kinthiliyah. Mantap!" katanya, seperti disimak Indozone dalam video yang dibagikan akun Instagram @narkosun.
Namun, setelah memberi uang Rp100 juta, Mumtaz menitipkan pesan agar jemaah Kinthiliyah memilih dirinya pada Pemilu 2024 nanti, sambil mengancam tidak akan menyumbang lagi jika ia tidak dipilih.
"Gus, ingat pemilu 2024! Jangan jual DPR RI dari partai lain. Tunggal, Mumtaz Rais! Jangan Kamto, jangan Kamta, jangan Mbah Badri, jangan Gandung, jangan yang lain-lain! Kalau enggak saya setop sumbangan ke Ponpes Ora Aji. I love you full, full, Gusku," katanya.
Video tersebut sendiri telah ditanggapi oleh Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah.
Gus Miftah bilang, video tersebut dibuat tidak dengan persetujuan dari pihak Ponpes Ora Aji. Ia juga menegaskan bahwa Pondok Ora Aji tidak pernah digadaikan, apalagi dijual untuk urusan politik.
"Kalau kemudian beliau ngomong seperti itu, ya, silakan saja. Mau disetop atau tidak enggak ada urusan. Makanya kami juga tidak ambil pusing," kata Gus Miftah saat dihubungi wartawan, Selasa (5/10/2021).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: