Emak-emak di Desa Wakumoro, Kabupaten Muna, ikut mencoba menggulingkan mobil dinas. (Istimewa)
Sebuah video viral di sosial media dimana memperlihatkan emak-emak di Desa Wakumoro, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, melakukan aksi demonstrasi. Tidak hanya berorasi, nampak dalam video, emak-emak tersebut ikut mencoba menggulingkan sebuah mobil dinas.
Aksi ini dipicu oleh jalanan di desa tersebut yang sudah bertahun-tahun rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Hingga akhirnya, kemarahan warga memuncak.
Berikut fakta-fakta menarik terkait aksi yang terjadi di desa tersebut:
Sudah kurang lebih dua minggu, jalan yang menghubungkan Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton Tengah tepatnya di Desa Laiba dan Desa Wakumoro, diblokade oleh warga. Blokade dilakukan dengan membangun fondasi di tengah jalan kurang lebih setinggi 50 cm, dan membentangkan batang kayu.
Bahkan, dalam sebuah video, jalanan tersebut dijadikan lapangan bulutangkis yang dipasangi net. Nampak beberapa warga tengah asik bermain bulutangkis.
Meski diblokade, sejumlah kendaraan roda dua, masih diperbolehkan melintasi jalan tersebut. Namun untuk roda empat, sama sekali tidak diperbolehkan.
Dengan adanya blokade jalan tersebut, angkutan umum seperti Damri, terpaksa harus mengambil rute lain dengan memutar jauh. Otomatis jarak dan waktu tempuh menjadi lebih jauh dan lebih lama dari biasanya.
Selain Damri, warga yang menggunakan kendaraan pirbadi juga terpaksa harus memutar. Azwar Ahmad, salah satu warga yang hendak ke Kota Baubau mengatakan, ia bersama keluarganya terpaksa mengambil jalur yang tidak biasanya.
“Saya kalau dari Raha (ibukota Kabupaten Muna) menuju Baubau biasanya hanya sejam lebih. Tapi karena jalanan dipalang, akhirnya memutar di Kampung Lama. Selain waktu lebih lama waktu tempuhnya yakni dua jam lebih, jalanan juga di sana tidak kalah rusaknya,” ungkapnya kepada Indozone, Senin (30/8/2021).
Selain melakukan blokade, warga juga menyandera kendaraan dinas milik pemerintah daerah Kabupaten Buton Tengah. Tidak hanya menyadera, mobil tersebut juga nyaris digulingkan.
Selain mobil dinas, nampak alat berat juga ikut disandera. Tuntuan warga hanya satu yakni jalan di desa tersebut segera diperbaiki.
Hal ini dikarenakan sudah puluhan tahun kondisi jalan tersebut dibiarkan begitu saja. Adapun dlakukan perbaikan, hanya sekedar menambal dan melakukan penimbunan bukan pengaspalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: