Kapolsek Rote Barat Daya, Ipda Jacob S Bessie. (Ist)
Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Ipda Jacob S Bessie, Kapolsek Rote Barat Daya, mencoreng institusi Kepolisian RI.
Betapa tidak. Sudahlah mabuk-mabukan, Ipda Jacob juga diduga kuat menganiaya warga bernama Yopi Yermias Dami.
Tak cuma itu, ia juga mengeluarkan pistolnya dan menodongkannya ke arah Yopi.
Yopi sendiri mengalami luka-luka memar di sejumlah bagian tubuhnya akibat dianiaya oleh Ipda Jacob.
Belakangan terungkap, penganiayaan bermula saat Yopi mendapati Ipda Jacob tertidur dalam keadaan mabuk di lokasi permainan biliar di Simpang Utomo, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, pada Sabtu (21/8/2021) sekitar pukul 08.00 WITA.
Saat itu, Yopi membangunkan Ipda Jacob yang memang sudah bermain biliar di situ sejak Jumat malam (20/8/2021).
Yopi menawarkan Ipda Jacob untuk mengantarkannya pulang ke rumah.
Namun, tawaran itu justru ditanggapi Jacob sebagai bentuk pengusiran.
"Kau ngusir beta kau ya! Ha? Kau ngusir beta!" kata Ipda Jacob.
Tanpa menunggu penjelasan Yopi, Ipda Jacob langsung menganiaya Yopi dan menodongkan pistolnya.
Beruntung, pistolnya terjatuh dan segera diamankan oleh warga lain yang menyaksikan kejadian itu.
Ipda Jacob--yang biasa disapa Jack--kini telah dicopot dari jabatannya dan ditahan di Polda NTT atas apa yang telah dia lakukan.
Besar kemungkinan dia akan dipecat dengan tidak hormat setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam Polda NTT.
"Beberapa anggota telah dilakukan pemeriksaan karena melakukan pelanggaran disiplin, kode etik maupun pidana dan sudah ada yang diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat. Di internal ada dua, sidang disiplin dan sidang kode etik. Sanksi maksimal kode etik yakni pemecatan tidak dengan hormat (PTDH)," ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna B kepada wartawan, Minggu (22/8/2021), seperti dilansir Antara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: