Wali Kota Perempuan pertama di Afghanistan, Zarifa Ghafari (29) mengaku hanya bisa pasrah setelah Taliban mengambil alih Afghanistan. Zarifa bahkan ia sudah bersiap-siap bila ada kemungkinan terburuk yang terjadi pada dirinya.
Dikutip dari The Sun, ia kini sedang menunggu kedatangan Taliban untuk membunuhnya. Dia mengatakan tidak mungkin pergi meninggalkan Afghanistan begitu saja karena memiliki keluarga.
"Saya duduk di sini menunggu mereka untuk datang. Tidak ada seorang pun yang datang membantu saya atau keluarga saya. Saya hanya duduk bersama keluarga saya dan suami saya. Dan mereka akan datang ke orang-orang seperti saya dan membunuh saya," kata Zarifa.
Zarifa sendiri resah karena dengan berkuasanya Taliban, kebebasan perempuan bisa saja terancam. Namun, ia tidak bisa 'kabur'. Selain karena tak bisa meningglkan keluarganya, ia juga tidak tahu harus pergi kemana.
Sekadar informasi, Zarifa adalah perempuan pertama yang menjabat sebagai wali Kota di Afghanistan tepatnya di Maidan Shahr. Selama menjabat, ia sangat giat mengkampanyekan hak-hak perempuan di negaranya.
Namun, sebelumnya Taliban sudah menegaskan bahwa kepemimpinan mereka tidak akan 'sekejam' itu dan memperbolehkan perempuan bergabung di pemerintahan. Taliban ingin menahan diri dan menunjukkan sikap yang lebih moderat kali ini.
"Kami Berkomitmen untuk membiarkan perempuan bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Mereka yang bekerja di bagian atau kementerian pemerintah mana pun harus melanjutkan tugas mereka dengan penuh dan melanjutkan tugas mereka tanpa rasa takut," kata Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, dilansir AFP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: