Aksi ekstrim pemerintah Tiongkok yang mengunci permanen warganya. (Photo/Twitter/@wakeupfrog01)
Kasus Covid-19 varian Delta kini membayangi populasi di Tiongkok dan negara tersebut dilaporkan menggunakan taktik baru untuk mengatasinya, yakni dengan mengunci penduduk di dalam rumah mereka.
Seperti sebuah video seorang warga Tiongkok saat dirinya berjalan-jalan di luar rumah. Namun, setelah video itu viral di media sosial. Langkah ekstrim pemerintah Tiongkok buat netizen heran.
Petugas pemerintah dengan pakaian hazmat menempatkan jeruji besi di atas pintu rumah pria tersebut dan memalunya untuk mencegah mereka pergi. Dikunci secara permanen.
Dilansir dari Taiwan News, Kamis (12/8/2021), langkah untuk mengunci orang di rumah mereka adalah pengulangan dari taktik ekstrem yang terlihat di Wuhan pada awal pandemi COVID-19 tahun lalu.
Dalam satu posting Twitter, seorang pria tampaknya terjebak dalam tindakan yang diduga melanggar karantina untuk "menghirup udara" sebelum kembali ke apartemennya.
Baca juga: Video Laka Lantas di Dekat Terminal Pulogadung, Mobil dan Sepeda Motor Ringsek
Dalam video yang diunggah ke YouTube, editor mengklaim bahwa jika seseorang ditemukan telah membuka pintu mereka lebih dari tiga kali dalam satu hari, mereka akan dikunci di dalam oleh pihak berwenang. Orang-orang yang mengenakan APD lengkap terlihat memalu batang logam besar di atas pintu dengan pola X.
"Orang-orang tidak boleh keluar. Segera setelah mereka tertangkap, pintu mereka akan disegel," tulis sebuah laporan dari media lokal.
?????????pic.twitter.com/4cQvpmn9Pt
— ??? (@wakeupfrog01) August 9, 2021
???????????pic.twitter.com/neSSIVeqEH
— ??? (@wakeupfrog01) August 9, 2021
Dikabarkan bahwa Tiongkok pada Selasa (10/8/2021) melaporkan adanya 180 kasus virus corona, termasuk 108 infeksi yang ditularkan secara lokal, kenaikan satu hari tertinggi sejak wabah saat ini dimulai bulan lalu.
Komisi Kesehatan Nasional (NMC) mengatakan dalam laporan hariannya bahwa negara itu melaporkan 108 kasus yang ditularkan secara lokal, 35 diimpor dan 38 infeksi tanpa gejala pada hari Senin (9/8/2021).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: