Saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, berikan ancaman ke latihan militer bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan mulai pekan ini.
Kim Yo Jong pada Selasa (10/8), mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita negara Korea Utara KCNA bahwa latihan itu adalah "tindakan penghancuran diri yang harus dibayar mahal karena mengancam keselamatan rakyat dan semakin membahayakan situasi di Semenanjung Korea".
"Itu adalah ekspresi paling jelas dari kebijakan permusuhan AS terhadap (Korea Utara), yang dirancang untuk melumpuhkan negara kita dengan paksa," ujar dia.
Baca juga: Red Notice Tidak Dipublikasikan, Polri Pastikan Pengejaran Harun Masiku Tidak Terganggu
Latihan tersebut telah menyebabkan meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea setelah hubungan yang tiba-tiba mencair setelah Seoul dan Pyongyang sepakat pada Juli lalu untuk menyambung kembali saluran telepon (hotline) yang telah terputus tahun lalu.
Kim menuduh Korea Selatan "berperilaku jahat" karena melanjutkan latihan hanya beberapa minggu setelah setuju untuk membuka kembali hotline tersebut.
Reaksi Korea Utara yang bersenjata nuklir terhadap latihan itu juga mengancam membatalkan upaya Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk membuka kembali kantor penghubung bersama yang diledakkan Pyongyang tahun lalu, dan untuk mengadakan pertemuan puncak sebagai bagian dari upaya untuk memulihkan hubungan.
Kim mengatakan tindakan militer AS menunjukkan bahwa pembicaraan Washington tentang diplomasi adalah kedok munafik untuk agresi di semenanjung, dan perdamaian hanya akan mungkin terjadi jika AS membongkar kekuatan militernya di Selatan.
Korea Utara akan meningkatkan "pencegah kapasitas absolutnya", termasuk untuk "serangan pendahuluan yang kuat", untuk melawan ancaman militer AS yang terus meningkat, kata dia.
Juru bicara Departemen Pertahanan AS Martin Meiners menolak mengomentari pernyataan Korea Utara dan mengatakan itu bertentangan dengan kebijakan untuk mengomentari pelatihan.
"Kegiatan pelatihan gabungan adalah keputusan bilateral ROK-AS, dan keputusan apa pun akan menjadi kesepakatan bersama," ujar dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: