Kasus baru konfirmasi Covid-19 di Indonesia belakangan ini kembali menanjak. Hal tersebut terjadi pasca adanya libur lebaran 1441 Hijriah lalu setelah masih adanya masyarakat yang nekat mudik lebaran. Lalu apakah Indonesia sudah masuk gelombang kedua pandemi Covid-19?
Mengenai hal tersebut, Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyampaikan bilamana kenaikan kasus yang terjadi belakangan ini adalah puncak dari gelombang pertama pandemi Covid-19.
"Sebetulmya ini adalah puncak gelombang pertama kita yang panjang. Dan ini puncak yang sebenarnya," kata Dicky kepada Indozone, Minggu (20/6/2021).
Dicky memaparkan di Indonesia baru mengalami puncak gelombang pertama dikarenakan banyaknya kasus yang tidak terdeksi, sehingga kasus Covid-19 masih terus berlangsung dan tak terkendali.
"Makanya ini adalah puncak kumulasi satu tahun dan yang diperparah ada varian alpha nih yang akan mendominasi di puncak pertama," tuturnya.
Selain itu, dia menambahkan kondisi Covid-19 masih akan terus berlangsung di Indonesia usai munculnya lagi varian Delta yang bisa memporak-porandakan sistem kesehatan.
"Varian delta yang kita tahu bisa porak porandakan sistem kesehatan kita dan mengkibatkan banyak kematian," tutur Dikcy.
Sebagaimana diketahui, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperbarui jumlah pasien konfirmasi positif terpapar virus corona atau Covid-19 di Indonesia pada Sabtu (19/6/2021).
Berdasarkan data yang diinformasikan dalam situs resmi Kementerian Kesehatan, penambahan kasus Corona hari ini, yakni sebanyak 12.906. Sehingga, totalnya kini menjadi 1.976.172 kasus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: