Sosok wakil bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong SE. (Instagram/viraltalaud).
Kematian Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Helmud Hontong pada Rabu (9/6/2021) lalu saat menumpang pesawat Lion Air penerbangan Depansar-Ujungpandang membuat publik bereaksi. Apalagi saat meninggal, sang bupati sempat mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.
Beberapa netizen telah berspekulasi dan menduga bahwa kematiannya ada kaitannya dengan penolakan Helmut terhadap perizinan tambang emas di wilayah Sangihe. Terbukti dari surat permohonan pembatalan perizinan pada akhir April lalu seperti yang sudah tersebar di media sosial.
Tidak hanya itu, sang wabup juga sempat menyampaikan pernyataan tegas menolak izin tambang emas Sangihe yang merugikan tidak saja warganya, namun ekosistem dari wilayah tersebut.
"Mengapa perlu saya menolak hadirnya perusahaan tambang emas Sangihe selain alasan lingkungan hidup dan kerusakannya, saya adalah putera daerah darah Sangihe mengalir di tubuh ini jadi ketika rakyat tersakiti saya pun turut tersakiti," kata Wabup Helmut Hontong seperti yang dilihat Indozone dari grup Facebook 'Komunitas Sahabat HH 'Helmut Hontong.'
Selain itu, Helmut juga dengan tegas mengajak semua pihak untuk menolah tegas keberadaan tambang emas ini demi masa depan generasi berikutnya.
"Sehingga perlu saya tegaskan kita harus menolak kehadiran perusahaan tambang emas Sangihe demi keberlangsungan kehidupan yang lebih baik di tanah Sangihe tanah kelahiran kita tanah kita dibesarkan dan di tanah ini kita mencari makan olehnya kita harus jaga untuk masa depan anak cucu kita kelak," tambahnya.
Baca Juga: Kronologi Driver Ojol yang Dibakar Begal saat Sedang Cari Nafkah, Tubuhnya Gosong
Pulau kecil seluas 736 Km² itu bagian dari Sulawesi Utara, terletak di antara Pulau Sulawesi dan Pulau Mindanao (Filipina). Mayoritas masyarakat di pulau Sangihe menggantungkan hidup dari kelapa, pala, cengkih dan sagu, serta umbi-umbian. Sebagian lainnya hidup dari laut sebagai nelayan, seperti yang dikutip dari akun Instagram save.sangihe.
Lalu tiba-tiba terdengar kabar pemerintah memberi izin untuk pembangunan tambang emas yang renacananya akan memakan separuh dari pulau tersebut.
Hal itu membuat warga Sangihe berbondong-bondong menyatakan protes terhadap perizinan tambang emas tersebut yang diprakasai PT Tambang Emas Sangihe Indonesia. Termasuk wakil bupati Helmut Hontong yang berdiri bersama rakyat untuk menolak keras tambang emas tersebut, salah satunya dengan cara menyurati Menteri ESDM pada 28 April lalu.
Kini, sang wabup telah meninggal dengan cara yang tidak wajar. Lalu siapakan yang akan membela warga Sangihe ke depannya?
semoga tidak ada kaitannya dengan ini.. pic.twitter.com/bpvVQDSZ1g
— ???????? (@Zamghozy) June 10, 2021
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: