Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (INDOZONE/Sarah Hutagaol)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta pihak kepolisian menindak tegas jajaran yang terlibat menjadi mafia karantina Covid-19 di Bandara Soekarno Hatta dan loloskan Warga Negara Indonesia (WNI) dari India masuk tanpa karantina.
Pasalnya, diduga pelaku berinisial S dan RW berasal dari jajarannya, karena saat ditangkap oleh pihak kepolisian oknum itu menggunakan kartu pass Dinas Pariwisata DKI Jakarta.
"Ya nanti siapapun yang melanggar, apalagi ditemukan memalsukan, tentu ada sanksi ya," ucap Riza Patria di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (28/4/2021).
Politisi Gerindra ini pun meminta pihak kepolisian memberikan sanksi berat kepada oknum tersebut, karena sangat membahayakan, mengingat pandemi Covid-19 di Ibu Kota belum berakhir.
Apalagi, hingga saat ini India tengah menjadi sorotan pasca adanya ledakan kasus Covid-19, yang di mana penambahan kasus bisa mencapai 300 ribu dalam satu hari.
"Sudah ada aturan dan ketentuan undang-undang bagi siapa saja yang mengambil manfaat, bagi keuntungan pribadi, kelompok, golongan. Bila tidak sesuai dengan aturan, tentu akan diberikan sanksi," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Gumilar Ekalaya membantah bahwa anak buahnya terlibat sebagai mafia yang membantu WNI dari India masuk tanpa harus karantina.
"Kedua orang tersebut bukan pegawai ASN Dinas Pariwisata. Kami tidak mengenal kedua orang tersebut dan tidak pernah merekomendasikan untuk mendapatkan (kartu) pas bandara," ucap Gumilar saat dikonfirmasi, Selasa (27/4/2021).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: