Ilustrasi Danau Toba. (Pixabay)
Pemerintah melalui Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi menggandeng Mister Loo, perusahaan penyedia toilet umum asal Swedia untuk mengelola toilet umum di kawasan wisata Danau Toba.
Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan domestik dan mancanegara yang berwisata ke Danau Toba.
Lalu mengapa Mister Loo?
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Odo RM Manuhutu mengatakan Mister Loo memiliki standar tertentu dalam mengelola toilet.
"Kenapa Mister Loo? Semua perusahaan kita terbuka. Kebetulan saja ada Mister Loo yang memiliki standar tertentu, jadi mari kita gunakan standar yang terbaik, sehingga wisatawan domestik atau internasional pada saat melakukan kunjungan ke spot-spot, paling tidak memperoleh pelayanan yang prima," kata dia, dikutip dari Antara, Sabtu (20/2).
Menurut Odo, sama halnya ketika berkunjung ke mal di mana ada standar tertentu, pemerintah ingin hal tersebut juga terjadi ketika wisatawan mengunjungi destinasi pariwisata di Indonesia.
"Jadi melihatnya lebih kepada upaya kita untuk meningkatkan kompetitif indeks kita," kata dia.
Dalam Travel and Tourism Competetive Index, kualitas WC umum Indonesia memperoleh penilaian yang rendah. Bahkan jauh lebih rendah dibanding Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Odo menambahkan upaya pemerintah memperbaiki kualitas toilet umum juga dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan baik domestik maupun internasional.
"Tentu saja kita tidak menutup kemungkinan bahwa mungkin ada yang lebih baik di luar Indonesia yang kita bisa contoh dan kemudian (kita) replikasi," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: