Pekerja dapat hadiah tahunan hingga mobil mewah. (Photo/NetEase)
Banyak dari kita tahu untuk tidak berharap banyak dalam hal hadiah akhir tahun selama pandemi. Beberapa harus menanggung tanpa kenaikan, yang lain bahkan harus berurusan dengan pemotongan gaji karena ekonomi yang memburuk.
Namun belakangan ini pada Kamis (4/2/2021), sebuah perusahaan dari Dezhou, Shandong, Tiongkok mencuri perhatian setelah memberikan hadiah tahunan kepada 40 karyawannya yang luar biasa dan masing-masing mendapatkan sebuah mobil mewah baru.
Dilansir dari World of Buzz, Rabu (10/2/2021), di sisi lain beberapa perusahaan mungkin memberi penghargaan kepada karyawan atas senioritas posisi mereka, namun pemilik perusahaan ini memberi penghargaan kepada pekerjanya atas kinerja mereka. Faktanya, sepertiga dari karyawan ini semuanya lahir setelah tahun 1980-an.
Bahkan total dari harga mobil-mobil tersebut senilai 15 juta yuan atau setara dengan Rp32 triliun. Hal itu membuat 40 karyawan tersebut berbahagia sambil memegang kunci mobil kendaraan baru.
Baca juga: Uni Eropa Berencana Meniru Australia, Bikin Perusahaan Teknologi Seperti Google & Facebook
"Saya sangat bahagia, ini bahkan lebih menarik daripada memenangkan 5 juta yuan (Rp10 miliar)," kata seorang karyawan.
Tetapi hadiah tahunan tidak berhenti di situ. Jianbang, manajer umum perusahaan mengatakan bahwa mobil-mobil ini hanya sebagian dari yang mereka berikan kepada karyawannya setiap tahun. Mereka juga memberi pekerja mereka bonus akhir tahun dan hadiah lainnya.
Perusahaan yang murah hati ini telah memberikan mobil kepada karyawan berprestasi selama 13 tahun sekarang. Mereka telah memberikan 407 mobil senilai total hampir 56 juta yuan atau setara dengan Rp121 triliun.
Tidak semua perusahaan berada dalam posisi untuk memberikan mobil kepada karyawan mereka, tetapi penghargaan kecil untuk menunjukkan kepada para pekerja bahwa kerja keras mereka diakui pasti akan meningkatkan semangat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: