Ilustrasi resesi. (freepik/jcomp)
Indonesia resmi terjerembab dalam jurang resesi sejak Kamis (5/11/2020). Lalu apa sebenarnya resesi itu?
Buat kaum milenial dan gen z pasti bakal bingung nih kalau bahas soal resesi. Nah, kali ini Indozone akan menjelaskannya dengan bahasa yang lebih mudah kamu pahami.
Singkatnya, resesi adalah penurunan kegiatan ekonomi secara signifikan dalam kurun waktu beberapa bulan. Kegiatan ekonomi yang dimaksud adalah kegiatan produksi, distribusi dan produksi.
Kegiatan ekonomi ini adalah yang sehari-hari semua orang lakukan antara satu dengan yang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dampak resesi ini seperti domino dan berimbas besar. Contohnya, salah satu dampak resesi adalah menurunnya daya beli.
Ada sebuah perusahaan yang memiliki ratusan karyawan, kemudian akibat daya beli konsumen menurun maka omzetnya pun ikut menurun. Lalu perusahaan tersebut melakukan efisiensi dengan PHK besar-besaran. Lalu pengangguran meningkat dan kemiskinan meningkat, dua masalah ini juga bisa merembet ke masalah kredit dan kriminalitas.
Di bawah resesi ekonomi, ada level yang jauh lebih berbahaya yaitu Depresi Ekonomi. Tentunya dampaknya lebih parah dan durasinya jauh lebih lama dibanding resesi ekonomi.
Negara yang pernah mengalami depresi ekonomi adalah Amerika Serikat pada tahun 1930an, hal ini dikenal dengan Great Depresiion.
Terhitung dari tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan. Meskipun saat ini sudah mengalami kenaikan, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di arah minus.
Salah satu yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi resesi akibat pandemi ini adalah memberikan insentif dan stimulus yang mungkin kamu udah dapatkan juga, apa aja?
Meskipun sudah mendapatkan insentif dan stimulus yang cukup membantu dari pemerintah, ada hal-hal yang harus kamu lakukan juga nih untuk menghadapi resesi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: