Di saat tengah menyelidiki keberadaan hewan langka yang hilang, seorang pejabat kebun binatang di Thailand malah ditembak hingga tewas pada Sabtu (3/10) di Kebun Binatang Songkhla.
Ketua Kepolisian setempat, Komalpan Srithep mengatakan bahwa korban bernama Suriya Saengpong itu bahkan mendapatkan tembakan hingga beberapa kali di tubuhnya.
Untuk diketahui, Suriya Saengpong merupakan Direktur Jenderal Organisasi Taman Zoologi Thailand. Dia ditembak oleh seorang tersangka juga seorang pejabat senior di kebun binatang tersebut.
Sayangnya, tersangka yang sempat melarikan diri dari lokasi kejadian itu memilih untuk bunuh diri di kediamannya sendiri.
Kepolisian belum mengetahui apa motif di balik pembunuhan ini. Namun, tersangka bernama Phuvadol Suwanna yang merupakan dokter hewan di kebun binatang tersebut diduga stres karena dimutasi saat penyelidikan hewan langka yang hilang.
"Pria bersenjata itu adalah teman lama (korban), mereka berdua berasal dari provinsi selatan," kata Jatuporn Buruspat, Sekretaris Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Thailand.
Sebelumnya, seekor rusa albino, koleksi hewan langka yang berada di Kebun Binatang Songkhla dilaporkan hilang pada Februari 2020 lalu.
Direktur Kebun Binatang Songkhla, Chalermvudh Kasetsomboon mengaku bahwa dia mendapatkan sebuah foto yang memperlihatkan bahwa hewan tersebut dimakan oleh ular piton Burma. Namun, pengakuan itu diragukan.
Kemudian, muncul kecurigaan bahwa rusa albino yang hilang itu telah dicuri dan diselundupkan oleh orang dalam di kebun binatang itu sendiri.
Lalu, Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Varawut Silpa-archa meminta Suriya Saengpong untuk melakukan penyelidikan atas hilangnya rusa albino di kebun binatang tersebut. Penyelidikan pun dilakukan dari Songkhla menuju Bangkok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: