Indonesia belum memaksimalkan kekayaan lautnya. Tak perlu menggaruk semua yang ada di perut laut untuk menjadi negeri kaya, cukup dengan memanfaatkan dan memaksimalkan kekayaan ikan, negara ini sudah cukup makmur. Dan itupun hanya dilakukan dengan memaksimalkan konsumsi ikan di rumah sendiri.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan, Indonesia hanya perlu memaksimalkan pasar dalam negeri untuk mendukung pertumbuhan dan kemajuan sektor perikanan di Tanah Air. Ia mencontohkan jika setahun satu orang mengkonsumsi 50 Kg ikan maka kebutuhan ikan akan mencapai 12,5 juta ton dan itu sangat potensial untuk pemasukan negara.
"Dari data konsumsi ikan nasional, seandainya kita berasumsi satu orang menghabiskan 50 kg, berarti kita akan butuh 12,5 juta ton ikan untuk 250 juta penduduk. Ini sangat besar untuk ekonomi," kata Edhy Prabowo saat launching Pasar Laut Indonesia, Rabu (19/8/2020).
Ia menjelaskan, saat ini potensi laut Indonesia mencapai 12 juta ton. Jika kita mengambil 80% dari hasil laut maka akan mendapat 10 juta ton, sisanya bisa dipenuhi dengan pembudidayaan ikan yang dilakukan masyarakat dan hal tersebut sangat potensial bagi pertumbuhan ekonomi mereka.
Untuk itu, ia berharap masyarakat melalui dukungan pemerintah mulai fokus pada budidaya ikan yang berkelanjutan agar bisa mendongkrak ekonomi mereka. Selain itu, Edhy punya keyakinan bahwa dengan budidaya ikan yang terarah dan dukungan pasar nasional yang besar, semua jenis budidaya ikan akan terserap dengan baik di pasar.
"Ikan laut kita punya potensi 12 juta ton, kalau kita tidak ambil semuanya. Kalau kita tidak ambil semuanya berarti 80% kita ambil, baru 10 juta. Kekurangannya ditambah dari budidaya. Dengan memaksimalkan pasar domestik saja, kita tidak usah terganggu dengan pasar ekspor pasar karena pasar dalam negeri saja kita masih mampu untuk mendapatkan keuntungan," tuturnya.
Terkait dengan ini Pasar Laut Indonesia menjadi salah satu terobosan untuk mendekatkan produk ikan kepada masyarakat, sehingga mereka lebih mudah mengakses ikan sebagai makanan atau lauk utama yang terkenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
"Dengan soft launching Pasar Laut Indonesia ini, kami berharap menjadi salah satu langkah terobosan untuk mendapatkan ikan dengan pasar. Situasi sekarang sudah berbeda. Orang makan, sulit di restoran. Orang lebih memilih berbelanja di online. Mudah-mudahan, dengan pasar laut Indonesia akan menjadi salah satu tambahan hasanah di sektor perbelanjaan kita sehingga masyarakat dapat menikmatinya," tuturnya.
Dalam launching ini, Direktorat Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan platform digital untuk mendukung penjualan hasil produk perikanan Pasar Laut Indonesia yakni Grab Teknologi Indonesia, Aruna Jaya Nusantara, Tani Hub Group, dan Aplikasi Karya Anak Bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: