Afrika Selatan melakukan pemotongan cula badak (dehorning) di sejumlah Taman Nasional, yang bertujuan untuk mencegah pemburu liar mengambil cula di tengah pandemi Covid-19. Ketika dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup pada hari ini, ancaman dari manusia untuk kelangsungan hidup spesies lain adalah kekhawatiran yang semakin meningkat bagi para pelestari lingkungan.
Badak telah ada selama 30 juta tahun, tetapi dekade perburuan dan hilangnya habitat telah mengurangi jumlahnya menjadi sekitar 27.000 hari ini, menurut Yayasan Badak Internasional. Gelombang perburuan liar telah memusnahkan ribuan badak dalam tiga tahun terakhir.
Sebuah helikopter terbang mendekat ketika para pekerja mendekati badak yang ditenangkan sebelum melakukan dehorning (pemotongan cula) dalam upaya untuk mencegah perburuan liar di Pilanesberg Game Reserve di North West Province, Afrika Selatan, 12 Mei 2020. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Seekor badak terjatuh saat dibius ketika akan dipotong culanya untuk mencegah perburuan liar di tengah pandemi Covid-19 di Pilanesberg Game Reserve di North West Province, Afrika Selatan, 12 Mei 2020. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Dokter hewan membius seekor badak ketika akan dipotong culanya untuk mencegah perburuan liar di tengah pandemi Covid-19 di Pilanesberg Game Reserve di North West Province, Afrika Selatan, 12 Mei 2020. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Petugas memotong cula badak untuk mencegah perburuan liar di tengah pandemi Covid-19 di Pilanesberg Game Reserve di North West Province, Afrika Selatan, 12 Mei 2020. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)