Ilustrasi (Pixabay/Akiraguilia).
Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus kelompok anarko yang merencanakan aksi vandalisme serentak di kota-kota besar Pulau Jawa. Pihak kepolisian pun masih mendalami adanya aktor di balik kelompok tersebut.
"Sementara ini masih didalami terus oleh tim, apakah kemungkinan ada aktor di belakangnya atau yang membiayai ini masih dalam pendalaman oleh polisi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes pol Yusri Yunus, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/4/2020).
Polisi belum mengetahui apakah ada aktor yang menggerakkan kelompok tersebut. Yusri hanya menyebut kelompok anarko yang baru ditangkap oleh pihaknya tidak terstruktur.
"Anarko itu kan memang tidak terstruktur mereka, tetapi ada dalam satu grup. Ada grupnya mereka tidak terstruktur. Akan tetapi, pergerakannya sama menggunakan media sosial yang ada," ungkap Yusri.
Untuk kelompok anarko yang baru diamankan Polda Metro Jaya, Yusri mengatakan kelompok itu berada di sebuah grup. Admin di grup itu pun diikuti oleh seorang mahasiswa.
"Anarko ya gitu pergerakannya, orang-orang gelandangan itulah. Namun, ada dalam grupnya mereka kemarin ya itu ada diikuti (mahasiswa) dia itu adminya. Ini masih kita dalami," kata Yusri.
Untuk diketahui, jajaran Polda Metro Jaya menangkap lima pemuda yang menyebarkan ujaran kebencian di Tangerang, serta berencana melakukan aksi vandalisme di sejumlah kota besar di Pulau Jawa.
Polisi menyebut kelompok itu berencana melakukan aksi vandalisme serentak pada 18 April 2020. Aksi vandalisme ini juga memanfaatkan wabah virus corona yang hingga kini belum hilang dari Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: