Ilustrasi Blue Bird (Instagram/@garage_indonesia)
Tak hanya mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan saja dalam menjalankan bisnis angkutan umum. Perusahaan taksi Blue Bird juga selalu menjaga kepercayaan dan integritas di hadapan para penumpangnya. Salah satunya yaitu mengembalikan barang milik penumpang yang tertinggal di dalam taksi Blue Bird kepada pemiliknya.
Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk., Amelia Nasution mengatakan, setidaknya ada 15.884 barang tertinggal di taksi Blue Bird sepanjang tahun 2019, yang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Para pengemudi yang jujur dan melaporkan barang tertinggal, hingga bisa dikembalikan kepada pemiliknya, juga mendapatkan penghargaan dari perusahaan.
"Ada reward-nya mas, kita lakukan setiap tiga bulan untuk bapak dan ibu pengemudi yang melakukan service ini. Dan kita juga punya program road star untuk pengemudi yang mendapat komplimen dari customer kita di social media," ujar Amelia, saat dikonfirmasi Indozone melalui pesan singkat, Jumat (21/2/2020).
Menurut Amelia, sejak pertama kali didirikan pada tahun 1972, Blue Bird selalu menempatkan nilai integritas serta kejujuran sebagai sebuah faktor penting yang harus dimiliki oleh masing-masing individu di keluarga besar Blue Bird Group, termasuk para pengemudi.
"Kejujuran menjadi salah satu nilai yang selalu dipegang teguh oleh para pengemudi Blue Bird Group, sehingga penumpang dapat lebih tenang ketika melakukan perjalanan bersama kami,” kata dia.
Amelia menjelaskan, dari total 15.884 barang yang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya itu meliputi berbagai macam jenis barang, mulai dari laptop, dompet, smartphone dan dokumen penting lainnya seperti paspor.
"Tentu bukan merupakan jumlah yang sedikit. Oleh karena itu Blue Bird sangat mengapresiasi integritas dan dedikasi yang selalu dijaga oleh seluruh pengemudi Blue Bird Group atas upaya mereka dalam mengembalikan barang yang tertinggal kepada para pelanggan," tuturnya.
Ia menambahkan, Blue Bird akan terus memberikan sosialisasi kepada pengemudi untuk mengingatkan penumpang agar melakukan pengecekan terakhir sebelum meninggalkan kendaraan, untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal.
Kemudian bagi para penumpang yang merasa memiliki barang tertinggal di armada Blue Bird Group, dapat langsung melaporkan detail perjalanan termasuk nomor armada yang ditumpangi ke nomor customer service Blue Bird.
“Namun bagi para penumpang yang tidak mengingat nomor armada yang ditumpangi, maka dapat memberikan informasi mengenai jam dan titik naik, untuk kemudian kami lakukan tracking ke armada Blue Bird yang melakukan perjalanan dimaksud. Hal ini dapat dilakukan karena semua unit armada Blue Bird Group dilengkapi dengan perangkat pelacakan posisi (GPS)," pungkasnyaa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: