PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) mengatakan telah membangun 1.900 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di Jakarta untuk mengisi daya listrik kendaraan di tengah gencar kampanye penggunaan kendaraan listrik.
"Itu bisa digunakan untuk motor listrik, sepeda listrik, Grab Wheel, dan sebagainya, hingga UKM," kata General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ikhsan Asaad di Jakarta, Jumat (25/10).
Ia mengatakan saat ini daya dari SPLU tersebut memang banyak digunakan oleh pedagang kaki lima. Namun, hal tersebut sejalan dengan visi SPLU yang memang dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses listrik, tanpa perlu berlangganan PLN lebih dahulu.
"Itu inovasi dari teman-teman PLN Jakarta dengan membuat stasiun pengisian listrik umum, sehingga di mana pun dan kapan pun bisa menikmati listrik cukup membayar token dengan harga per KWH yang terjangkau," kata Ikhsan.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) tentang percepatan program kendaraan listrik agar bisa semakin menambah jumlah SPLU.
Untuk tahap awal, pihaknya menargetkan dibangun 'ultra fast charging' berdaya 150 KWH di Jakarta dalam waktu dekat. Target lainnya, PLN Disjaya juga akan menambah 20 unit SPLU yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
"Ini bagian dari membentuk ekosistem tenaga listrik dan kami sudah membuat MoU dengan 20 perusahaan swasta atau BUMN. Untuk tahun ini, akan dipasang dua hingga tiga charging stasiun di Jakarta dan satu di Tol Jagorawi," ujar dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: