Panitia tengah memeriksa hasil panah peserta lomba. (Puspen TNI)
Menyemarakkan HUT Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, sekaligus untuk melestarikan tradisi budaya kemampuan memanah, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI - Papua New Guinea (PNG) dari Yonif Mekanis 411/Pandawa, Kostrad menggelar lomba panah tradisional.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 411/Pandawa Mayor Inf Rizky Aditya menerangkana, kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Toray, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua. Selain panah tradisional, juga digelar lomba lari.
"Kegiatan tersebut dikoordinir oleh Komandan Pos Toray Letda Inf Wesly Tanem bersama anggota dan Babinsa setempat. Kegiatan tersebut untuk memupuk kebersamaan antara masyarakat dengan personel Satgas, sekaligus untuk menyemarakkan perayaan HUT RI," jelasnya, Rabu (21/8/2019).
Ia menambahkan, tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk menggali potensi masyarakat yang berada di perbatasan, sekaligus melestarikan budaya kemampuan memanah masyarakat setempat. Lomba panah tradisional dan lari ini diadakan untuk putra dan putri.
“Hal ini merupakan bagian dari upaya Satgas Pamtas untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dan mempererat tali silaturahmi, guna meciptakan suasana kekeluargaan yang semakin erat khususnya dengan masyarakat Kampung Toray,” tambah Mayor Inf Rizky.
Lomba panah tradisional dan lari yang digelar oleh Satgas Pamtas mendapat sambutan hangat dari warga Kampung Toray, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua dan tokoh masyarakat setempat. Kepala Kampung Toray Barsalina Deda pun mengapresiasi penyelenggaraan perlombaan ini.
"Saya atas nama seluruh warga Kampung Toray, mengucapkan terima kasih kepada personel Satgas yang telah mengadakan perlombaan di kampung kami, dalam rangka HUT Kemerdekaan RI," singkatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: