INDOZONE.ID — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyinggung soal pengawasan internal yang lebih preventif dan strategis di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Yassierli ingin Inspektorat Jenderal (Itjen) menjadi mitra strategis yang bisa mendeteksi risiko sejak dini, tidak hanya hadir saat masalah sudah terjadi. Ia pun mau Itjen membantu unit kerja tetap akuntabel dan mengatasi persoalan persoalan administratif.
Ia menyampaikan itu saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwar) Itjen Kemnaker Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat (Jabar), Rabu 15 April 2026me, malam WIB.
“Perubahan ini penting agar pengawasan internal tidak dipersepsikan sebagai beban, melainkan menjadi bagian dari solusi untuk memastikan program ketenagakerjaan berjalan bersih, efektif, dan tepat sasaran,” ujar Yassierli, dikutip pada Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Menaker Yassierli Imbau Perusahaan Swasta WFH Sehari dalam Sepekan: Gaji Tetap Penuh
Yassierli ingin pengawasan tidak dianggap sebagai beban. Ia berharap pelaksanaan program ketenagakerjaan berjalan lebih lancar dan penggunaan anggaran negara lebih akuntabel.
“Saya ingin pengawasan tak dianggap sebagai beban. Pengawasan harus bertransformasi dari sekadar memeriksa dokumen masa lalu menjadi upaya deteksi risiko sebelum penyimpangan terjadi,” tegas Yassierli.
Yassierli menyatakan Itjen mesti punya nilai tambah untuk kementerian, sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Ia menegaskan, fokus pengawasan adalah memastikan proses kerja di setiap unik berjalan tertib, akuntabel, dan tidak terhambat persoalan administratif. Sebab, itu menyangkut penggunaan APBN dan pelayanan publik.
Menurutnya, perubahan cara pandang terhadap Itjen pun diperlukan. Yassierli menyatakan keberhasilan pengawasan internal diukur dari sejauh mana potensi penyimpangan dapat dicegah, bukan dari banyak temuan.
“Peran APIP harus berubah dari jargon ‘Awas Ada Itjen’ menjadi ‘Untung Ada Itjen’. Keberhasilan Itjen bukan diukur dari banyaknya temuan, melainkan ketika tidak ada kasus karena kita mampu melakukan antisipasi sejak dini,” ujar Yassierli.
Baca juga: Menaker Yassierli Luncurkan Program Vokasi Nasional 2026, Target 60 Ribu Lulusan SMA-SMK
Menaker Yassierli pun meminta Itjen untuk memaksimalkan Big Data dan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pengawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pers Rilis