Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 15 MARET 2026 • 11:40 WIB

Kemnaker Luluskan 1.565 Calon Ahli K3 Umum untuk Perkuat Keselamatan Kerja

Kemnaker Luluskan 1.565 Calon Ahli K3 Umum untuk Perkuat Keselamatan KerjaDirjen Binwasnaker dan K3 Ismail Pakaya menyatakan Kemnaker ada 1.565 calon ahli K3 Umum yang telah lulus untuk memperkuat keselamatan kerja. (Ist)

INDOZONE.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 1.565 peserta lulus evaluasi teori calon Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum (Ahli K3 Umum) Batch 1 yang diselenggarakan pada 11–12 Maret 2026 di 58 lokasi. Evaluasi ini diikuti oleh 1.779 peserta dari total 2.010 pendaftar yang sebelumnya telah melalui tahapan seleksi dan pembinaan.

Peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh Sertifikat Ahli K3 Umum serta Surat Keputusan Penunjukan Ahli K3 Umum dari Menteri Ketenagakerjaan.

Keberadaan Ahli K3 dinilai penting dalam membantu perusahaan mengenali potensi bahaya, mengendalikan risiko, serta memastikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja berjalan dengan baik di lingkungan kerja. Karena itu, penyiapan tenaga Ahli K3 yang kompeten menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Dirjen Binwasnaker dan K3) Ismail Pakaya menjelaskan bahwa evaluasi teori merupakan bagian dari proses sertifikasi setelah peserta mengikuti program pembinaan sejak 25 Februari 2026.

Baca juga: Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Didakwa Lakukan Pemerasan Sertifikasi K3 Rp6,52 Miliar

“Evaluasi teori ini merupakan bagian dari proses sertifikasi Ahli K3 Umum. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana pemahaman calon Ahli K3 terhadap prinsip-prinsip K3, regulasi K3, analisis risiko, penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, serta materi K3 lainnya,” kata Ismail dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Program pembinaan dan sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 1 mendapat respons tinggi dari masyarakat. Dari 2.010 peserta yang mendaftar, sebanyak 1.779 peserta mengikuti evaluasi teori setelah melalui seleksi administrasi, ujian dasar K3, serta pembinaan selama 12 hari.

Pelaksanaan evaluasi teori ini melibatkan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3), Balai K3, serta Dinas Ketenagakerjaan di berbagai daerah. Sebelum ujian berlangsung, peserta juga mendapatkan penjelasan terkait tata tertib, mekanisme penilaian, dan teknis pelaksanaan evaluasi.

Baca juga: Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Diperpanjang, Kemnaker Buka Kesempatan Lebih Luas bagi Pencari Kerja

Menurut Ismail, materi evaluasi dirancang untuk menguji pemahaman peserta terhadap berbagai aspek penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja.

“Evaluasi teori ini dirancang untuk menguji pemahaman peserta terhadap berbagai aspek penting K3, mulai dari identifikasi bahaya, pengendalian risiko, investigasi kecelakaan kerja, hingga pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan K3 yang berlaku,” ujarnya.

Sebelum mengikuti evaluasi, peserta telah mendapatkan pembinaan yang mencakup berbagai materi seperti regulasi K3, sistem manajemen K3, identifikasi dan penilaian risiko, kesehatan kerja, investigasi kecelakaan kerja, hingga langkah-langkah pencegahannya. Seluruh proses pembinaan tersebut diselenggarakan tanpa dipungut biaya.

Ismail berharap para peserta yang lulus dapat berperan aktif dalam memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan masing-masing.

“Dengan terselenggaranya evaluasi teori ini, diharapkan para calon Ahli K3 mampu menunjukkan kompetensi yang memadai serta siap berkontribusi dalam meningkatkan budaya K3 di tempat kerja masing-masing,” kata Ismail.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kemnaker Luluskan 1.565 Calon Ahli K3 Umum untuk Perkuat Keselamatan Kerja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!