INDOZONE.ID - Kekuatan militer negara-negara Asia Tenggara kembali menjadi sorotan setelah Global Firepower (GFP) merilis ranking terbaru tahun 2025.
Lembaga analisis militer internasional ini menilai kapasitas pertahanan lebih dari 145 negara menggunakan lebih dari 60 indikator. Penilaian mencakup anggaran pertahanan, jumlah personel, teknologi persenjataan, kualitas alutsista, kapasitas industri militer, hingga kemampuan logistik. Hasil akhirnya dituangkan dalam Power Index (PwrIndx), di mana semakin kecil nilainya, semakin kuat kemampuan militer negara tersebut.
Tahun ini, Indonesia kembali menempati posisi pertama sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di ASEAN, mempertahankan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Presiden Prabowo Sejajar dengan Putin hingga Xi Jinping saat Hadiri Parade Militer Besar China
Berikut rangkuman 9 negara ASEAN yang masuk daftar Global Firepower 2025, lengkap dengan ulasan kapabilitasnya.
Indonesia kembali berada di puncak berkat jumlah personel aktif dan cadangan yang besar, serta modernisasi alutsista yang terus dilakukan di tiga matra: darat, laut, dan udara. Investasi pada kapal fregat, pesawat tempur generasi baru, kendaraan tempur, serta program industri pertahanan dalam negeri turut memperkuat posisi Indonesia sebagai militer terkuat di Asia Tenggara.
Vietnam terus menunjukkan kapabilitas tinggi dengan kekuatan darat yang besar, disiplin militer yang kuat, serta pengalaman tempur historis. Modernisasi peralatan mulai dari artileri, sistem rudal, hingga kendaraan tempur membuat posisi Vietnam stabil di peringkat dua ASEAN.
Thailand mempertahankan posisi tiga besar berkat armada udara yang solid, dukungan teknologi modern, serta anggaran pertahanan yang konsisten. Negara ini juga terus memperbarui sistem pertahanan udara dan memperkuat kemampuan militernya melalui kerja sama internasional.
Sebagai negara kecil dengan sumber daya terbatas, Singapura mengandalkan teknologi militer canggih dan sistem pertahanan yang sangat efisien. Investasi pada pesawat tempur F-35, kapal perang modern, kemampuan siber, serta pelatihan intensif menjadikan Singapura salah satu kekuatan paling maju di kawasan.
Meski menghadapi tantangan politik dalam negeri, Myanmar tetap memiliki struktur militer yang besar dan terorganisir.
Negara ini masih mempertahankan berbagai armada darat dan udara yang membuatnya berada di tengah papan klasemen.
Filipina menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam pertahanan maritim akibat ketegangan di Laut Cina Selatan.
Program modernisasi berlangsung intensif, termasuk pembelian kapal perang, radar pengawasan, dan pesawat patroli.
Malaysia berada di peringkat ketujuh dengan kapabilitas pertahanan yang cukup stabil.
Kekuatan utamanya berada pada matra laut dan udara, meski modernisasi alutsista berjalan lebih lambat dibanding negara tetangga.
Baca juga: Pesawat Angkut Raksasa Airbus A400M Tiba di Indonesia, Disambut Tradisi TNI AU
Dengan anggaran dan jumlah personel terbatas, Kamboja berada di posisi bawah. Fokus negara ini lebih pada pertahanan dasar dan keamanan internal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Globalfirepower.com