Ilustrasi konten kreator menjadi newsfluencer. (Generatif AI)
INDOZONE.ID - Dunia berita di Indonesia sedang berubah. Munculnya newsfluencer alias kreator yang menyajikan informasi dan analisis isu terkini di media sosial. Hal ini menandai pergeseran cara publik berinteraksi dengan berita.
Mereka bukan jurnalis konvensional, tapi juga bukan sekadar influencer. Para newsfluencer membangun kepercayaan lewat gaya penyampaian yang relevan, autentik, dan dekat dengan audiens muda yang haus konteks, bukan sekadar headline.
Menurut studi terbaru dari Vero, fenomena ini mencerminkan pergeseran besar di Asia Tenggara, di mana masyarakat semakin mengandalkan media sosial untuk memahami isu publik dengan cara yang lebih personal dan mudah dipahami.
Vero mengidentifikasi lima tipe utama newsfluencer yang aktif di kawasan. Watchdogs, Explainers, Connectors, Satirists, dan Simplifiers.
Watchdogs berperan seperti penjaga publik. Mereka mengulas kebijakan, mengkritisi kekuasaan, dan memberi pemahaman lebih dalam daripada sekadar membaca berita.
Explainers biasanya datang dari kalangan profesional yang mampu menerjemahkan isu kompleks menjadi wawasan praktis.
Connectors menggabungkan gaya jurnalistik dengan narasi personal untuk membawa audiens lebih dekat pada tokoh publik.
Satirists menggunakan humor dan sindiran untuk membahas isu sensitif, membuat topik serius terasa lebih ringan.
Simplifiers adalah penyaji ringkasan berita cepat, cocok untuk audiens digital yang serba sibuk dan ingin update tanpa ribet.
Menurut laporan tersebut, Watchdogs, Explainers, Satirists, dan Simplifiers menjadi kelompok paling dominan di Indonesia, menandakan publik kini menghargai kombinasi antara pemikiran kritis dan storytelling yang mudah dipahami.
“Newsfluencer mencerminkan cara baru masyarakat menerima informasi, sekaligus menambah dimensi baru dalam lanskap pemberitaan di Indonesia,” ujar Chatrine Siswoyo, Senior Advisor Vero untuk ASEAN dalam keterangan yang diterima Indozone, (9/11/2025).
Baca juga: 5 Kriteria untuk Pemberian Gelar Pahlawan Nasional Berdasarkan Undang-undang dan Pakar Sejarah
Ia menjelaskan, audiens Asia Tenggara kini menuntut informasi yang cepat, menarik, dan mudah diakses.
“Para kreator ini mampu mengemas isu kompleks menjadi lebih mudah dipahami lewat gambar dan video,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Narasumber