INDOZONE.ID - Kerusuhan massa yang terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025), meninggalkan kerusakan besar. Pemerintah Kabupaten Kediri menyebut kerugian akibat insiden itu bisa mencapai Rp500 miliar.
"Rp500 miliar itu aset dan bangunan. Gedung masih appraisal. Kami gunakan ahli dari ITS untuk menghitung kerusakan bangunan," ujar Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dilansir Antara, Selasa (2/9/2025).
Perhitungan resmi kerugian fisik masih berlangsung dan diperkirakan selesai dalam 2–3 hari. Angka tersebut bahkan belum termasuk kendaraan dinas yang ikut dibakar massa.
Dalam aksi yang berujung rusuh ini, massa membakar kantor Pemkab Kediri dan merusak banyak fasilitas vital. Bupati menyebut ada 18 ruang dinas yang hancur total, termasuk ruang para kepala dinas.
Baca juga: Ada Pelanggaran HAM dalam Kasus Rantis Lindas Ojol
"Seluruh aset kami habis baik komputer, arsip, alat tulis. Semua habis dijarah," ungkapnya.
Baca juga: Siswa SMK Tangerang Tewas Usai Demo Ricuh di Jakarta, Keluarga Ikhlas
Tak hanya itu, dokumen penting serta peralatan kerja juga dilaporkan hilang atau rusak parah. Pemerintah daerah kini tengah menginventarisasi dampak secara menyeluruh.
Mayoritas pelaku kerusuhan disebut berasal dari kalangan pelajar SMP dan SMA. Mereka datang berkelompok, merusak gerbang kantor, melempar bom molotov, dan membakar ruangan.
"Ironisnya pelaku yang anarkisme itu anak-anak pelajar. Ini adalah waktu para guru, orangtua murid, wali murid, untuk bisa memastikan anaknya berbuat di luar di jalur semestinya," tegas Bupati Hanindhito.
Ia mengaku prihatin dan menyebut peristiwa ini sebagai ujian besar bagi pemerintah dan masyarakat Kediri. Pemerintah daerah kini menggandeng berbagai elemen untuk melakukan evaluasi serta pembinaan kepada para pelajar.
Meski dampaknya besar, Pemkab Kediri berkomitmen untuk segera bangkit. Langkah awal dilakukan lewat rapat koordinasi dan doa bersama dengan berbagai elemen masyarakat.
"Harapannya semoga lekas pulih, bangkit, tidak boleh terlalu lama berlarut-larut dalam kesedihan. Kabupaten ini segera pulih, khususnya kantor pemerintahan yang hangus, hancur segera pulih. Tidak hanya bangunan tapi semangatnya," pungkas Bupati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara