Ilustrasi tempat fitness (Unsplash/@jelmerassink)
INDOZONE.ID - Penutupan sepihak hampir seluruh cabang Gold’s Gym Indonesia memicu protes dari ratusan member dan mantan staf. Mereka membentuk Forum Korban Gold’s Gym Indonesia (FKGGI) sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan manajemen yang dinilai merugikan banyak pihak.
Tuntutan ditujukan kepada PT Fit and Health Indonesia selaku pengelola. Per 30 Juni 2025, lebih dari 950 orang telah tergabung dalam forum ini.
Mayoritas merupakan member, staf, dan personal trainer yang terdampak langsung akibat penutupan mendadak. Dari jumlah tersebut, sekitar 530 member telah mendata kerugian finansial yang jika diakumulasikan mencapai Rp4,4 miliar.
Baca juga: Sikap Sempurna Saat Indonesia Raya Berkumandang, Ibu Penjual Kopi Ini Bikin Warganet Terharu
"Nilai ini dihitung dari sisa waktu keanggotaan dan paket personal trainer yang tidak dapat digunakan," tulis rilis FKGGI.
Kerugian tidak hanya dialami oleh konsumen. Banyak eks staf dan personal trainer menyatakan belum menerima gaji terakhir, komisi, dan hak ketenagakerjaan lainnya seperti pembayaran BPJS.
FKGGI juga menilai telah terjadi pengabaian tanggung jawab hukum dari pihak manajemen terhadap para pekerja, baik dari sisi administratif maupun kesejahteraan.
Manajemen sebelumnya menyampaikan bahwa hanya sebagian cabang yang akan berhenti beroperasi per 30 Juni 2025, sementara member akan dialihkan ke lima cabang lain yang masih buka.
Namun kenyataannya, beberapa cabang seperti The Breeze BSD dan Bintaro Xchange telah berhenti beroperasi lebih awal. Beberapa bahkan disegel oleh pemilik gedung, yang mengindikasikan adanya krisis internal yang tidak diumumkan secara terbuka.
Baca juga: Keluarga Korban Minta Pelaku Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman Dihukum Mati
FKGGI juga menyoroti masih adanya penjualan membership dan paket personal trainer di tengah rencana penutupan. Praktik ini dinilai berpotensi melanggar UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tidak disertai informasi jujur dan transparan kepada calon pembeli.
Ketidakjelasan ini menimbulkan kecurigaan dan rasa tidak aman di kalangan konsumen. Ketiadaan penanggung jawab resmi dari pihak manajemen menambah rumit situasi.
Hingga kini, tidak ada informasi yang jelas mengenai siapa yang secara sah bertanggung jawab atas komitmen perusahaan, baik terhadap member maupun staf terdampak.
YLKI juga mencatat telah menerima 191 aduan dari konsumen Gold’s Gym, namun belum mendapat tanggapan dari manajemen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pers Rilis