Sabtu, 22 JUNI 2024 • 21:10 WIB

NasDem Pilih Gus Fawaid Cabup Jember: Untuk Cawabup Gen Muda Atau Tua Ada, Asal Kader Partai

Author

Partai Nasdem memberikan rekomendasi partainya kepada Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawaid.

INDOZONE.ID - Sesuai surat rekom yang resmi dari Partai NasDem nomor 184-SI/RP/BPP-NasDem/VI/ 2024 tertanggal 12 Juni 2024. Serta ditandatangani langsung oleh Ketua Bapillu DPP Partai NasDem Prananda Surya Paloh, dan Sekretaris Willy Aditya.

Partai Nasional Demokrat (NasDem) memberikan rekomendasi partainya kepada Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawaid. Sebagai syarat untuk maju Calon Bupati Jember dalam kontestasi Pilkada 2024 mendatang.

Menanggapi Rekom dari partai besutan Surya Paloh itu, Ketua DPD Partai NasDem Jember Marsuki Abdul Ghofur mengatakan selanjutnya akan dilakukan proses pemenangan terhadap Cabup Gus Fawait.

Kemudian dilanjutkan membahas lebih lanjut bersama partai pengusung dan pendukung lainnya untuk menentukan Calon wakil bupati (Cawabup) Jember.

Baca Juga: Wisatawan Beri Makan Plastik ke Kuda Nil, Taman Safari Buka Suara

"DPP selaku induk partai tidak ujuk-ujuk (gegabah) memberikan rekomnya. Tentunya sudah melalui proses evaluasi, analisa, ada survei dan lain sebagainya," kata Marsuki saat konferensi pers di Ruang Fraksi NasDem Gedung DPRD Jember, Sabtu (22/6/2024).

Marsuki menjelaskan, terkait nama calon penerima rekom dari Partai NasDem. DPD Partai NasDem Jember sebenarnya menyodorkan tiga nama yang layak menerima rekom dari DPP.

Partai Nasdem memberikan rekomendasi partainya kepada Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawaid.

"Di antaranya Petahana Haji Hendy Siswanto, kedua Faida mantan bupati, dan ketiga adalah Gus Fawaid. Karena semua mendaftar ke DPD NasDem Jember," katanya.

"Kemudian ditentukan Gus Fawaid melalui rapat pleno di DPP. Turunnya rekom itu selanjutnya harus kita jalankan dari DPP ke DPW dan kemudian ke kami (DPD)," sambungnya.

Baca Juga: Kasus Vina Cirebon: Begini Perintah Kapolri ke Bareskrim hingga Propam Terkait 

Ditanya alasan tidak memberikan rekom kepada Petahana Bupati Jember Hendy Siswanto. Marsuki enggan menjelaskan detail, karena pertimbangan pemberian rekom menjadi wewenang dari DPP.

"Toh kita sudah mengajukan tiga nama itu. Tapi karena turunnya kepada Gus Fawaid, maka kita ikut hormati dan jalankan perintah tersebut. Terkait alasan, maaf saya tidak bisa sampaikan," ucapnya.

Lebih lanjut terkait Cawabup yang nantinya mendampingi. Marsuki mengatakan, ingin seperti halnya Cabup yakni dari sosok kader partai.

"Terus terang ada keinginan dari kader kami (NasDem) sendiri. Apalagi stok kader banyak, dari fraksi juga ada, Gen Muda maupun Tua ada. Diantaranya ada Kak Hamim, Kak Retno, Kak Andi menantu Haji Ponimin, Kak Danis, juga yang lain. Tapi kita tetap harus introspeksi diri," ujarnya.

"Tapi dari proses ini semua, untuk Cawabup. Nantinya akan dibahas dari seluruh partai-partai pendukung maupun pengusung. Untuk bertemu, dan komunikasi. Setelah itu baru nanti siapa yang dikehendaki oleh Gus Fawaid," sambungnya.

Namun demikian, terkait koalisi partai dengan petahana. Marsuki menambahkan, pihaknya akan terus mengawal dan menuntaskan tanggung jawab sampai masa jabatannya berakhir.

"Karena untuk pemerintahan sekarang, dulu kan kita koalisi. Maka akan tetap kami kawal sampai akhir, sesuai komitmen dulu. Karena kami pendukungnya," pungkas Marsuki.

Terpisah, Gus Fawait saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Juga membenarkan adanya rekom dari Partai NasDem yang diberikan kepadanya.

"Kepercayaan ini akan kami jaga, perjuangkan, dan apa-apa yang kita harapkan bersama untuk masyarakat Jember," kata Gus Fawait.

"Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan teman-teman NasDem di Jember dan Jawa Timur. Untuk segera melakukan konsolidasi dan bergerak untuk membangun Jember," imbuhnya.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU