Grace Natalie Datangi Moderator dan Pendukung Paslon 3 di Jeda Iklan Debat Capres Ketiga: Sangat Tidak Etis!
INDOZONE.ID - Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) menyebut sikap para pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang mengangkat tangan saat calon presiden (capres) Prabowo Subianto berbicara sangat tidak etis.
Pasalnya, gestur mengangkat tangan sambil mengacungkan tiga jari yang dilakukan tim sukses (timses) paslon nomor urut tiga, bisa saja mengganggu konsentrasi capres yang sedang berbicara.
Pernyataan ini diungkapkan partai pengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ini melalui akun X resminya @psi_id.
“Mereka angkat-angkat tangan saat Pak Prabowo bicara di acara Debat Capres. Sangat mengganggu. Sangat tidak etis,” tulis pernyataan tersebut, dikutip Senin (8/1).
Baca Juga: Grace Natalie: Sikap Resmi PSI Dukung Ganjar Pranowo Capres 2024
Dalam pernyataan tersebut, DPP PSI juga menyertakan video berdurasi 42 detik yang memperlihatkan para pendukung Ganjar-Mahfud yang duduk di belakang moderator mengangkat tangan dengan mengacungkan tiga jari.
“Emang etis ganggu gini?” tulis keterangan dalam video.
Grace Natalie Datangi Moderator
Karena ha lini lah kemudian Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie dan anggota dewan pembina PSI Isyana Bagoes Oka memutuskan untuk mendatangi moderator.
Grace, melalui akun X-nya @grace_nat bilang, dia mendatangi moderator Debat Capres Ke-3 Anisha Dasuki dan Ariyo Ardi untuk menanyakan, apakah diperbolehkan pendukung paslon mengangkat tangan, karena gestur ini bisa saja mengganggu paslon lain yang sedang berbicara di panggung.
Baca Juga: Tak Dukung Anies di Pilpres 2024, Grace: PSI Tolak Sikap Pragmatis dan Oportunis
“Pendukung salah satu paslon yang pakai jaket hijau syal merah putih mengacungkan tangan mereka tinggi2 berkali-kali di saat ada paslon yg menjawab. Apakah ini dibolehkan, mengingat konsentransi para paslon bisa terganggu? Hal inilah yang saya & Isyana tanyakan ke moderator saat jeda iklan,” cuitnya, sambil menyertakan video 43 detik sebagai bukti.
Mantan pembawa acara berita dan jurnalis itu menambahkan, waktu yang dimiliki masing-masing paslon untuk menjawab pertanyaan dari moderator hanya 1 – 2 menit saja.
Sehingga, sudah sepatutnya para pendukung yang hadir di tempat Debat Capres untuk saling menghormati satu sama lain dan mewujudkan tempat debat yang kondusif.
Dengan demikian, parapaslon yang berdiri di atas panggung bisa berkonsentrasi dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan para pemandu debat dengan baik.
“Stlh paslon menjwb, pendukung bole merespon. Namun gestur2 spt ini di saat paslon bicara, apalagi posisi persis di blkg moderator, berpotensi mengganggu konsentrasi semua paslon,” jelas Grace.
Grace Natalie balik dikritik
Di sisi lain, sikap Grace dan Isyana yang mendatangi duo moderator tersebut mendapat kritik dari warganet. Beberapa menilai, yang tidak etis sebenarnya adalah Grace dan Isyana yang mendatangi moderator saat jeda iklan komersial.
Baca Juga: Ade Armando Siap Keluar dari PSI, Buntut Persoalan Politik Dinasti
Padahal, seharusnya untuk menyampaikan keluhan, baik paslon, timses, maupun pendukungnya harus menghubungi naradamping (liaison officer/LO) yang bertugas menjadi penghubung antara tim capres dengan penyelenggara debat.
“Ini ada etika gak?” tanya akun @Joker_Wedoks sambil menyertakan video yang memperlihatkan Grace dan Isyana yang naik ke atas panggung moderator dan melayangkan protes kepada para pemandu debat tersebut.
“Emg etis… emg etis…” balas @freddieshoover, di unggahan DPP PSI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Twitter/grace_nat, Twitter/psi_id