INDOZONE.ID - Calon Presiden Ganjar Pranowo meminta restu pada ulama, kiai, dan masyayikh dalam pertemuan Badal Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsabandiyah yang diasuh oleh KH Achmad Chalwani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terkait langkahnya di Pilpres 2024.
Ganjar yang hadir secara virtual dalam silahturahmi masyayikh itu berharap agar pemilu 2024 berlangsung lancar dan damai.
“Saya mohon maaf tidak bisa hadir, tapi dengan tekonologi kita bisa berjumpa,” kata Ganjar.
Acara itu turut dihadiri juga Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, beserta sejumlah ulama dari berbagai wilayah seperti Pengasuh Ponpes An Nawawi Berjan KH Achmad Chalwani.
Baca Juga: Cak Imin ke ASN: Kalau Pemilu Kotor, Indonesia akan Hancur
Dalam kesempatan itu, Ganjar mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antara umara dengan ulama. Atas dasar itu, kata Ganjar, saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah dia bersama Gus Yasin selalu melibatkan semua pihak ketika akan membuat sebuah keputusan.
“Ketika pemerintahan harus mengambil keputusan dan itu kita membaca punya potensi yang berdampak ke masyarakat, dan tentu saja, kira-kira baiknya agar sebuah sistem berjalan dengan baik,” kata Ganjar.
Dalam momen itupun, sebagai Calon Presiden Ganjar juga meminta doa dan restu kepada Para Kiai, Ulama dan Masyayikh, agar perhelatan Pilpres 2024 bisa berjalan dengan lancar.
“Mohon doanya, mohon dukungannya mudah-mudahan pemilu nanti berjalan lancar,” ungkap Ganjar.
Ia juga mengajak kepada masyarakat untuk menjadikan pesta demokrasi lima tahunan ini bisa berjalan dengan lancar dan damai.
Baca Juga: Polri Antisipasi Adanya Operasi Intelijen Asing di Pemilu 2024
Semisalnya, tidak mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain ataupun mengeluarkan berita bohong atau hoaks yang membuat perpecahan.
“Sedikit mungkin hati-hati agar tidak menyinggung perasaan orang, hati-hati kita menggunakan medsos agar kemudian tidak ada fitnah yang lebih banyak,” ujar Ganjar.
Capres nomor urut tiga ini pun meminta kepada Kiai, Ulama dan Masyayikh, untuk bisa memberikan suguhan yang menyejukkan ke hati masyarakat di momen Pemilu 2024 ini.
“Dan itu biasanya yang bisa melakukan para tokoh masyarakat, para ulama, tokoh agama?kiai dan nyai untuk saling mengingatkan. Termasuk mengingatkan saya sendiri,” tandas Ganjar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: