INDOZONE.ID - Putri sulung mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Alissa Wahid, membeberkan cara supaya Gen Z lebih peka politik, terutama saat ini.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi bertema “Indonesia Berbenah” yang diadakan beberapa media homeless pada Kamis 4 September 2025. Selain Alissa Wahid, turut hadir dalam diskusi tersebut, yakni Romo Franz Magnis Suseno dan Prof. Rhenald Kasali.
Diskusi itu membahas bagaimana kondisi Indonesia sekarang, terutama setelah terjadi demo di berbagai kota dalam beberapa waktu terakhir. Tujuan demo tentu saja menjadikan Indonesia lebih baik daripada sebelumnya.
Seperti diketahui, mahasiswa Gen Z ikut turun ke jalan untuk menyuarakan pikirannya supaya Indonesia bisa memperbaiki apa yang sebelumnya kurang tepat.
Baca juga: Sad! Lapak Kuliner Viral di Blok M Terpaksa Angkat Kaki, Gen Z Kehilangan Tempat Nongkrong Favorit
Fakta mahasiswa Gen Z ikut aksi, menandakan mereka sudah peka terhadap isu politik. Akan tetapi, bagaimana dengan Gen Z lain yang masih belum peka dengan kondisi Indonesia sekarang?
Alissa Wahid menilai, supaya Gen Z lebih peka dengan politik, ada peran dari media-media sekarang yang berbicara dengan bahasa dan sambungkan dengan kebutuhan mereka.
“Gen Z kena dengan segala macam goals, seperti relationship goals dll. Sekarang, bisa gak kita riding tren dengan dengan goals Indonesia berbenah, dengan bahasa mereka,” kata Alissa Wahid, Sabtu (6/9/2025).
“Intinya, goals kita terhadap bangsa apa? Ini sekarang mengimajinasikan negara yang benar-benar kita harapkan,” sambungnya.
Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Purwakarta yang Lagi Hits di Kalangan Gen Z
“Yang kita imajinasikan, yang kita munculkan. Setelahnya, bisa gak imajinasi itu kita capai dengan kondisi sekarang. Jadi, selalu kita sambungkan dengan kebutuhan Gen Z. Itulah PR kita teman-teman (media) yang jadi jembatan,” tutur Alissa Wahid.
Menurut Alissa Wahid, tugas menjadi jembatan dulu ada di tangan aktivis, seperti yang pernah diungkapkan Gus Dur saat dapat pertanyaan soal tugas aktivis. Akan tetapi, Alissa Wahid menilai tugas tersebut kini ada di tangan media.
“Jawaban Gus Dur, ‘Tugas aktivis adalah sebagai jembatan rakyat antara kondisi saat ini dengan kondisi ideal. Itu tugas aktivis.’ Nah, sekarang ini tugas kita semua di media, untuk melakukan itu,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan