Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 06 APRIL 2026 • 18:29 WIB

Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Stabil hingga Akhir 2026, Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Stabil hingga Akhir 2026, Imbau Masyarakat Tetap TenangMenkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

INDOZONE.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan tetap stabil hingga akhir 2026.

Hal ini disampaikan Purbaya di tengah harga minyak dunia yang mengalami kenaikan imbas ketegangan konflik di Timur Tengah yang melibatkan AS-Israel Vs Iran.

Meski begitu, Purbaya mengakui tidak bisa memastikan pergerakan harga BBM non-subsidi. Hal itu dikarenakan, jenis BBM tersebut tidak mendapat intervensi atau keringanan dari pemerintah, sehingga harganya lebih bergantung pada kondisi pasar global.

Baca juga: Menkeu Purbaya Minta Penerima LPDP Hina RI Kembalikan Uang Beasiswa Serta Bunganya

"Kami siap tidak menaikkan (harga) sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun, sudah dihitung rata-rata," ujar Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin, (6/3/2026).

Purbaya menambahkan, pihaknya telah memiliki sejumlah upaya mitigasi serta menghitung ketahanan APBN apabila harga minyak dunia naik dari 80 dolar AS per barel hingga 100 dolar AS per barel.

"Jadi, (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Jadi, masyarakat di luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kami sudah hitung (anggaran subsidinya masih cukup)," jelasnya.

Selain mengandalkan anggaran APBN, Purbaya menyebut pemerintah masih memiliki sejumlah sumber pendanaan lain untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia. 

Ia menjelaskan, salah satu dana berasal dari Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp420 triliun, termasuk sekitar Rp200 triliun yang ditempatkan di perbankan.

Ia juga menambahkan, pemerintah masih memiliki beberapa pos pemasukan yang bisa berfungsi sebagai bantalan anggaran subsidi, yakni Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).

“Yang penting adalah dananya ada, cushion kita masih ada, nanti juga Pak Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) menjanjikan pendapatan yang lebih dari kenaikan harga minyak dan harga batubara di pasar dunia,” tuturnya.

Lebih lanjut katanya, pemerintah tengah melakukan pemangkasan anggaran di sejumlah pos pengeluaran yang dinilai kurang efisien di Kementerian dan Lembaga.

Hal tersebut mengingat setiap harga minyak dunia mengalami kenaikan 1 dolar AS per barel, maka pemerintah perlu menambah subsidi sebesar Rp6,8 triliun.

Ia menuturkan, upaya efisiensi tersebut juga ditunjukkan untuk menjaga tingkat defisit pengeluaran APBN tetap terjaga di level 2,92 persen tanpa harus memanfaatkan SAL.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Stabil hingga Akhir 2026, Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!