INDOZONE.ID - Keberlanjutan media dinilai menjadi kebutuhan mendasar di tengah perubahan ekosistem digital yang kian cepat. Isu ini tidak lagi hanya menyangkut aspek ekonomi perusahaan pers, tetapi juga menyentuh kepentingan publik yang lebih luas, terutama dalam menjaga kualitas demokrasi dan kehidupan berbangsa.
Pandangan tersebut mengemuka dalam rangkaian Media Sustainability Forum (MSF) 2025 yang diselenggarakan oleh Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB).
Dalam forum itu, keberlanjutan media ditekankan sebagai agenda strategis yang perlu dijaga secara bersama-sama.
Ketua Panitia MSF 2025 Fransiscus Surdiasis menegaskan, keberlanjutan media bukan sekadar persoalan ekonomi. Menurut dia, media dan jurnalisme memiliki peran politik yang penting dalam menopang demokrasi.
“Membayangkan demokrasi tanpa media dan jurnalisme yang kuat, sama seperti membangun rumah tanpa pilar penopang yang utuh,” ujar Fransiscus dalam pembukaan MSF 2025 di Jakarta, dikutip Kamis (4/12/2025).
Baca juga: BPMI Setpres Sesali Pencabutan ID Pers, Ini Janji ke Jurnalis
Ia menambahkan, keberlangsungan media bukan hanya kebutuhan komunitas pers atau perusahaan pers, melainkan kebutuhan bersama sebagai bangsa. Karena itu, tanggung jawab menjaga media tetap hidup tidak bisa dibebankan hanya kepada insan pers.
“Menjaga keberlangsungan media bukan hanya tugas komunitas pers tapi juga tanggung jawab semua pihak, termasuk pemerintah,” katanya.
Fransiscus juga menyoroti pentingnya perawatan keberlanjutan media secara menyeluruh dan sistematis. Salah satu aspek yang dinilai krusial adalah terciptanya relasi yang sehat dalam ekosistem digital baru, di mana media berita dan platform digital bekerja sama berdasarkan prinsip saling menguntungkan.
Selain itu, ia menilai keberlanjutan media membutuhkan kerja sama nasional yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas pers, perusahaan media, platform digital, masyarakat, hingga pemerintah.
Baca juga: Pengurus PWI Pusat Periode 2025-2030 Resmi Dikukuhkan di Monumen Pers Solo
Tema yang diangkat dalam forum tersebut, menurut dia, merupakan pernyataan tekad untuk mendorong media yang berdaya dan berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, Ketua KTP2JB Suprapto Sastro Atmojo menekankan pentingnya perlindungan terhadap karya jurnalistik sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan media. Ia menilai selama ini karya jurnalistik, khususnya dalam bentuk teks, belum mendapat pengakuan yang memadai.
“Selama ini karya jurnalistik dalam bentuk teks belum diakui, perlu diakui hak ciptanya, hak ekonomi dan moralnya,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release