INDOZONE.ID - Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda buka suara berkaitan dengan mereka yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghasutan dan provokasi. Mereka ada yang mempertanyakan pelaporan hingga menduga ada dendam politik yang tersembunyi.
"Saya tidak paham dengan substansi laporan mereka," kata Ade Armando saat dihubungi wartawam, Sel asa (21/4/2026).
Ade Armando sendiri mengatakan jika dirinya sudah siap menghadapi pelaporan itu. Dia sendiri bertanya-tanya terkait tuduhan terhadap dirinya yang dituding memotong ceramah Jusuf Kalla.
Baca juga: Jusuf Kalla Beri Solusi Selesaikan Sengkarut Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Ini Katanya!
"Kok saya dituduh memotong ceramah Pak JK sehingga menimbulkan kehebohan? Saya tidak memotong atau mengedit dan kemudian menyebarkannya. Yang saya lakukan hanyalah mengomentari potongan ceramah JK yang menyebar di dunia online," ucapnya.
Dihubungi awak media secara terpisah, Abu Janda sendiri menilai laporan terhadap dirinya sarat akan kebencian hingga dendam politik.
"Jelas itu laporan atas dasar kebencian dan dendam politik," kata Abu Janda.
Diberitakan sebelumnya, Ade Armando dan Abu Janda dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Dia dilaporkan atas kasus dugaan penghasutan dan provokasi terkait potongan ceramah Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla.
Baca juga: Sah! Jusuf Kalla Polisikan Rismon Buntut Tudingan Danai Isu Ijazah Palsu Jokowi
Saat itu, JK sedang mengisi ceramah di Masjid Universitas Gajah Mada (UGM). Laporan polisi tersebut dibuat oleh Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM) dan teregister dengan nomor LP/B/2767/IV/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan