Rabu, 07 JANUARI 2026 • 08:20 WIB

Cegah Penyimpangan, Prabowo Perintahkan Tingkatkan Disiplin Prosedur Program MBG

Author

Presiden Prabowo Subianto membuka Taklimat Awal Tahun saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditingkatkan disiplin prosedurnya demi mencegah penyimpangan. Instruksi tersebut disampaikan dalam retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Beliau (Presiden Prabowo) menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Hambalang, dikutip Rabu (7/1/2026).

15 Kasus Penyimpangan Terjadi Bulan Lalu

Prasetyo mengungkapkan, berdasarkan catatan Badan Gizi Nasional (BGN), masih terjadi sekitar 15 kasus penyimpangan pada pelaksanaan program MBG di bulan Desember. Presiden menghendaki kejadian serupa dapat dicegah semaksimal mungkin di masa depan.

Meski demikian, dari aspek anggaran program tidak mengalami kendala. 

Baca juga: Menko Pangan: Program MBG Butuh 82,9 Juta Porsi Protein Setiap Hari pada 2026

"Dalam APBN 2026 telah dialokasikan dana sekitar Rp335 triliun untuk program tersebut," ujarnya. 

"Secara teknis dan anggaran tidak ada masalah," tambah Prasetyo.

Sudah Jangkau 55 Juta Penerima Manfaat

Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan komitmen menerapkan standar zero defect pada program MBG. Dalam taklimat yang sama, ia menerima laporan bahwa program telah menjangkau 55 juta penerima manfaat sejak diterapkan per 6 Januari 2025.

"Kita mulai pada 6 Januari 2025, hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat," kata Kepala Negara.

Meski mengklaim tingkat keberhasilan mencapai 99,99 persen, Prabowo menegaskan tidak puas dengan kekurangan sekecil apa pun. 

Baca juga: Kronologi Mobil MBG Tabrak Siswa-Guru SDN Jakut: Tepat Sedang Berkumpul di Lapangan

"Tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,00 sekian persen, itu pun harus kita atasi," tegasnya.

Pengawasan Diperketat Demi Pemerataan

Presiden menilai tantangan operasional wajar terjadi dalam operasi kemanusiaan skala besar, namun tidak boleh dimaklumi. 

Ia menekankan program MBG sebagai langkah strategis mengatasi masalah gizi mendesak di Indonesia.

Pengawasan dan langkah pengamanan akan terus diperketat untuk mencapai pemerataan manfaat yang sempurna.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU