Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 23:36 WIB

Kapolri Usai Pantau Keamanan Malam Tahun Baru: Mayoritas Masyarakat Patuh Tak Gunakan Kembang Api

Author

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut mayoritas masyarakat Indonesia telah mematuhi imbauan untuk tidak menggunakan kembang api saat malam tahun baru 2026. (Indozone/Samsudhuha Wildansyah)

INDOZONE.ID - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut mayoritas masyarakat Indonesia telah mematuhi imbauan untuk tidak menggunakan kembang api pada malam pergantian tahun. Hal tersebut disampaikan usai Kapolri melakukan pemantauan keamanan malam Tahun Baru di berbagai wilayah.

“Secara umum, sebagian besar masyarakat mematuhi imbauan pemerintah daerah terkait larangan penggunaan kembang api saat pergantian tahun,” ujar Kapolri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Menurut Kapolri, di sejumlah wilayah masyarakat memilih menggelar doa bersama bagi para korban bencana alam, ketimbang merayakan pergantian tahun dengan menyalakan kembang api.

“Banyak masyarakat yang merayakan malam tahun baru dengan kegiatan doa bersama. Di beberapa tempat memang masih ada stan-stan kegiatan, namun juga banyak yang mengisinya dengan kegiatan sosial seperti penggalangan donasi dan bentuk kepedulian lainnya,” kata Jenderal Sigit.

Baca juga: Pantau Keamanan Malam Tahun Baru di Seluruh Indonesia, Menko Polkam: Tak Ada Hal Menonjol

“Hal ini tentu menjadi bagian dari empati kita terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana, khususnya di Sumatra,” tambahnya.

Di sisi lain, Kapolri juga menyinggung potensi cuaca ekstrem pada malam pergantian tahun. Ia mengaku telah memberikan arahan kepada seluruh jajaran untuk terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Terkait potensi cuaca ekstrem, kami mengingatkan seluruh personel di wilayah agar terus berkolaborasi dengan TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta BMKG untuk melakukan langkah-langkah mitigasi. Jika terjadi kondisi darurat, penanganan dan evakuasi dapat segera dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengatakan pemantauan keamanan dilakukan dengan berkomunikasi langsung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di berbagai wilayah.

“Kami melakukan komunikasi dengan Forkopimda mulai dari Papua hingga Lampung,” ujarnya.

Djamari menyampaikan hal tersebut usai mengikuti pemantauan keamanan secara telekonferensi yang dipusatkan di Mapolda Metro Jaya dan diikuti oleh jajaran terkait.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung kondisi di sejumlah daerah wisata, salah satunya Bali. Menurutnya, terjadi peningkatan jumlah wisatawan pada malam pergantian tahun.

“Di Bali terjadi peningkatan jumlah wisatawan. Hal serupa juga terlihat di Yogyakarta, meskipun tidak terlalu signifikan. Di Bali, peningkatannya sekitar lima persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Djamari.

Meski demikian, secara umum hasil pemantauan menunjukkan situasi yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Indonesia.

“Tidak ada hal menonjol selama kami berkomunikasi dengan daerah-daerah yang telah disebutkan. Ini menunjukkan upaya pengamanan di daerah mampu menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat dalam menyambut pergantian tahun,” katanya.

Ia berharap situasi aman dan tertib tersebut dapat terus terjaga hingga berakhirnya pelaksanaan Operasi Lilin.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dapat berjalan lancar hingga Operasi Lilin berakhir, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Djamari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU