Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 15:40 WIB

TNI Bantah Kirim Kardus Kosong dalam Helibox Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

Author

Prajurit TNI menata bantuan helibox yang di distribusikan secara airdrop untuk pengungsi bencana Sumatera. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

INDOZONE.ID - Komandan Batalyon Perbekalan Angkutan (Perbekang) 5 ARY Letkol CBA Supriyanto, membantah keras narasi dalam sebuah video yang menyebut bantuan TNI untuk warga terdampak bencana di Sumatera berisi kardus kosong.

Melalui keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, ia menegaskan bahwa seluruh helibox bantuan telah melalui prosedur pemeriksaan ketat sebelum diterjunkan.

“Setiap helibox yang diterjunkan telah melalui inspeksi setelah diisi, diperiksa oleh anggota, dan disaksikan perwira. Baik sebelum dinaikkan ke truk maupun sebelum dimuat ke pesawat. Isinya dicek, tali dan lakbannya dipastikan kuat,” ujar Supriyanto di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Penjelasan Prosedur Airdrop Helibox

TNI mengirimkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak bencana yang sulit dijangkau dengan pendaratan langsung menggunakan konsep airdrop helibox. Seluruh prosesnya menggunakan standar keselamatan penerjunan udara.

Supriyanto, yang menjabat Komandan Tim Rigger Airdrop Satgas Udara menegaska bahwa tidak mungkin ada helibox kosong ikut terjunkan.

Baca juga: 2 Helikopter Angkut Bantuan Logistik hingga Alquran ke Aceh Tamiang

Ia menjelaskan karakteristik helibox yang diterjunkan untuk warga terdanpak dengan spesifikasi sebagi berikut.

  • Tinggi kardus sekitar 73 cm
  • Tinggi muatan logistik rata-rata 30 cm
  • Menyisakan ruang 35–37 cm di bagian atas

Menurutnya, secara visual, rongga tersebut kerap terlihat seperti tidak terisi, namun sebenarnya muatan sudah diikat dan diposisikan aman di bagian dalam.

“Batas maksimal berat helibox adalah 5 kilogram. Jika diisi penuh, beratnya bisa mencapai 9 kilogram dan berisiko rusak saat airdrop. Karena itu muatan tidak diisi sampai penuh — ini yang sering menimbulkan salah sangka,” jelasnya.

Muatan berupa beras, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya disusun dengan teknik khusus agar tidak rusak saat jatuh dari udara. Tali pengikat dirangkai membentuk kipas untuk menjaga stabilitas kotak di udara.

Empat Lapis Pemeriksaan Sebelum Penerjunan

Supriyanto memaparkan bahwa setiap helibox melewati empat lapis pemeriksaan:

  • Pengecekan awal oleh tim rigger saat pengemasan.
  • Pemeriksaan ulang oleh rigger dan personel hanggar TNI AU saat muat ke truk.
  • Pengecekan kru pesawat sebelum proses muat ke pesawat.
  • Koordinasi dengan satuan teritorial di darat untuk memastikan hasil airdrop aman dan tepat sasaran.

Baca juga: Kemkomdigi Salurkan 6,5 Ton Bantuan untuk 2.000 Warga Terdampak Banjir di Deli Serdang

“Kalau helibox kosong, dari filter pertama sudah gugur. Sampai hari ini tidak ada laporan dari bawah bahwa helibox itu kosong, sebagaimana yang disangkakan sebagian oknum atau warganet,” ujar dia.

Supriyanto berharap penjelasan ini dapat mengakhiri kesalahpahaman publik terkait bantuan udara tersebut.

“Mudah-mudahan ini memberi pemahaman kepada kita semua, sehingga tidak terjadi salah tafsir atau sangkaan yang menyimpang dari kenyataan,” katanya.

TNI memastikan setiap bantuan yang dijatuhkan melalui udara telah dikemas secara cermat dan berlapis, untuk menjamin logistik benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan, terutama di wilayah terdampak bencana yang sulit dijangkau.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU