INDOZONE.ID - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Seluruh Indonesia (AMSI), menyampaikan dukungan terbuka kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam upaya pemberantasan korupsi.
Dukungan tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertema “Suara Mahasiswa dan Rakyat: Supremasi Penegakan Hukum Kejaksaan Agung dalam Mengungkap dan Memberantas Kasus Korupsi di Tengah Serangan Buzzer dan Hoaks,” sekaligus memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).
Perwakilan AMSI, Faris, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyampaikan komitmen mahasiswa untuk mendukung Kejagung dalam penegakan hukum.
"Kami Aliansi Mahasiswa Seluruh Indonesia mendukung Kejaksaan Agung terus memberantas korupsi,” ujar Faris di Jakarta Selatan, dikutip Kamis (11/12/2025).
“Juga mendukung Kejagung melawan hoaks,” tambahnya.
Bahas Serangan Buzzer dan Dukungan Publik
Dalam diskusi tersebut, AMSI juga menyoroti fenomena serangan buzzer dan informasi menyesatkan yang muncul saat Kejagung mengungkap kasus-kasus besar. Mahasiswa menilai dukungan publik penting untuk memastikan pemberantasan korupsi berjalan tanpa tekanan dari pihak mana pun.
Baca juga: Aset Rp700 M Diduga Disita Oknum KPK, Linda Susanti Balik Laporkan ke Polisi dan Kejagung
Diskusi menghadirkan sejumlah pakar, di antaranya Guru Besar Ilmu Hukum UAI Suparji, Ketua Tim Tenaga Ahli Jaksa Agung Barita Simanjuntak, dan praktisi hukum Farhat Abbas.
Kejaksaan Dinilai Tegas Tangani Kasus Besar
Suparji menilai penegakan hukum di era Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan pada era Jaksa Agung Suprapto yang dikenal tegas dalam menangani perkara besar.
"Kejaksaan yang tegas dan berani menegakkan hukum adalah keinginan masyarakat,” kata Suparji.
Ia meminta Kejaksaan tetap konsisten dan tidak mengendur dalam mengusut perkara besar, termasuk dugaan korupsi sektor sawit. Ia juga menekankan pentingnya penerapan pasal tindak pidana pencucian uang untuk memaksimalkan pengembalian kerugian negara.
Farhat: Kejagung Kini Lembaga Strategis
Praktisi hukum Farhat Abbas menanggapi pertanyaan mahasiswa terkait pihak-pihak yang dianggap menyerang Kejagung, termasuk kritikus eksternal.
Menurut Farhat, Kejaksaan saat ini merupakan lembaga strategis negara yang didukung penuh pemerintah.
"Kantornya dijaga oleh TNI dan aktivitas penegakan hukumnya didukung penuh oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Farhat juga mempertanyakan alasan pelaporan terhadap jaksa-jaksa yang sedang menjalankan tugas.
“Saya tanya, ‘kenapa orang baik dilaporkan?’” kata Farhat.
Baca juga: Kejagung Cegah Lima Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Korupsi Pajak 2016–2020
Ia turut memuji kinerja Jampidsus Febrie Ardiansyah, terutama dalam penanganan kasus-kasus besar.
“Nggak gampang loh nangkap hakim,” ucapnya.
Kejagung: Dukungan Mahasiswa Jadi Energi Baru
Ketua Tim Tenaga Ahli Jaksa Agung Barita Simanjuntak menyambut positif dukungan mahasiswa. Ia menyebut dukungan moral tersebut merupakan energi tambahan bagi Kejagung dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi.
"Yang luar biasa adalah moral support dan idealisme support dari para mahasiswa,” ujar Barita.
Ia mengapresiasi dukungan terhadap Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Jampidsus Febrie Ardiansyah, termasuk dorongan untuk melawan hoaks dan serangan buzzer.
"Itu merupakan bentuk komitmen dukungan kepada bangsa dan negara melalui Kejaksaan,” tutup Barita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keterangan Pers