INDOZONE.ID - Polres Metro Jakarta Selatan membeberkan cara sadis Alex Iskandar (49) saat menghabisi nyawa Alvaro Kiano Nugroho, bocah yang sebelumnya dilaporkan hilang. Korban dibekap hingga dicekik sampai tak bernyawa.
"Kejadian ini bermula dari korban AKN pada sore hari menjelang magrib. Dia bersama dengan teman-temannya melakukan salat magrib di Masjid Al-Mukhlisun, Masjid Al-Muflihun di dekat di Pesanggrahan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicholas Ary Lilipaly, kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).
Pelaku menjemput dan menjanjikan korban akan dibelikan mainan. Dalam perjalanannya, pelaku pulang ke rumahnya untuk membersihkan diri.
"Sampai di rumah itulah, karena AKN ini rewel dan nangis ingin pulang dan mainan yang dijanjikan itu tidak kunjung ada, belum dibeli," ucapnya.
Baca juga: Rahang Bawah Diduga Milik Bocah Alvaro Ditemukan Polisi di Jembatan Cilalay Bogor
Karena kerewelan korban, pelaku emosi dan mengeksekusi korban. Korban dieksekusi dengan cara dibekap hingga dicekik.
"Menurut keterangan ayah tirinya, AI ini, dari situ AKN dibekap dengan handuk yang tergantung dan juga dicekik serta ditindih. Akhirnya, kurang lebih dua sampai tiga menit, akhirnya korban AKN ini tidak bergerak lagi dan saat itu juga AI ini panik," kata Nicolas.
Panik usai korban tewas, pelaku menyusun strategi untuk menghilangkan barang bukti. Dia menggunakan kantong plastik hitam besar untuk membungkus jasad korban.
Ditinggal 3 Hari hingga Dibuang
Singkat cerita, jasad korban sempat ditinggal selama tiga hari di garasi mobil. Karena jasad korban sudah mulai membusuk, pelaku memutuskan untuk membuang jasad korban.
"Karena korban itu sudah mulai membusuk, mayat itu sudah mulai membusuk dan akhirnya pada tanggal 9 Maret itu, dia berusaha untuk mencari tempat yang aman untuk dia mau membuang mayat tersebut dan dia putuskan, dia menuju, dia mengangkat mayat itu dan meletakkan di mobil Terios miliknya dan menuju Tenjo," ungkap Nicolas.
Diberitakan sebelumnya, kasus Alvaro yang dilaporkan hilang beberapa bulan lalu kini sudah terbongkar. Korban sudah ditemukan, tapi dalam keadaan tewas hingga menyisakan kerangka.
Pelaku di balik kematian korban, tidak lain adalah ayah tirinya. Di sisi lain, ayah tiri korban kini juga sudah tewas gantung diri usai ditetapkan sebagai tersangka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan