INDOZONE.ID - Kasus penembakan di Ogan Komering Ilir (OKI) bikin geger warga setempat. Seorang petani tewas ditembak menggunakan senjata api rakitan oleh warga sekampungnya sendiri.
Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku hanya beberapa jam setelah kejadian. Berikut fakta-fakta lengkapnya.
1. Korban Ditembak di Jalan Desa Pagi Hari
Peristiwa penembakan terjadi di Jalan Poros Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Senin (6/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.
Korban berinisial K (40), seorang petani dari Dusun Baru, ditemukan tewas di tempat setelah ditembak di bagian dada.
Pelaku diketahui bernama RN (25), warga Dusun Rime Malang, desa yang sama dengan korban. Ia menembak korban menggunakan senjata api rakitan jenis revolver.
2. Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku
Tak butuh waktu lama bagi aparat untuk mengungkap kasus penembakan ini.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menjelaskan, pelaku berhasil diamankan pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB.
“Setelah menerima laporan masyarakat, personel Satreskrim Polres OKI bersama Unit Reskrim Polsek Cengal langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan,” ujar Kapolres dalam keterangannya dalam laman resmi.
Baca juga: ODGJ Mengamuk di Cilandak, Empat Orang Jadi Korban Luka Tusuk Karambit
3. Dendam Lama Jadi Pemicu Penembakan
Motif utama pelaku ternyata dendam pribadi. Sekitar seminggu sebelum kejadian, korban diduga mengejek pelaku di depan orang banyak ketika RN hendak berutang.
Ejekan itu menimbulkan rasa malu dan sakit hati yang akhirnya mendorong pelaku nekat menembak korban.
4. Revolver Rakitan
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver. Senjata inilah yang digunakan pelaku untuk menembak korban hingga tewas di tempat.
Baca juga: Densus 88 Tangkap 4 Pendukung ISIS di Sumatera, Sebarkan Paham Radikal di Medsos
5. Pelaku Terancam Hukuman Mati
Atas perbuatannya, RN dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 KUHP, serta Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata api tanpa izin. Ancaman hukumannya sangat berat, mulai dari penjara seumur hidup hingga hukuman mati.
6. Polisi Ingatkan Warga Jangan Main Hakim Sendiri
Kapolres OKI menegaskan pentingnya mengedepankan penyelesaian damai dalam setiap konflik.
“Kami mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap permasalahan secara damai dan tidak main hakim sendiri. Kepemilikan senjata api tanpa izin juga sangat berbahaya dan akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
7. Bupati OKI Serukan Kondusivitas dan Musyawarah
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki turut menyampaikan keprihatinannya. Ia meminta warga menjaga suasana tetap kondusif dan tidak terprovokasi.
“Kami turut berduka atas kejadian ini. Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bahwa kekerasan tidak pernah menjadi solusi,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polri