INDOZONE.ID - Aksi demonstrasi seperti yang terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu, dinilai jadi tanda penguatan masyarakat sipil atau civil society. Dampaknya pun cukup terlihat, hingga terjadi perubahan pada sejumlah kebijakan.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengapresiasi hal ini. Meskipun, dia menyesalkan terjadinya aksi anarkis, mulai dari perusakan hingga pembakaran fasilitas umum.
Menurut Mahfud, aksi demo merupakan hal lazim di berbagai negara. Ini menjadi salah satu cara melakukan perubahan, ketika saluran konvensional tak sesuai harapan.
Baca juga: Dugaan Makar Dalam Unjuk Rasa Sepanjang Agustus 2025, Mahfud : "Kalau Ada, Tangkap!"
"Ada negara-negara yang menyelesaikan masalah dengan cepat dan stabil, tapi ada juga perlu denga demo. Di setiap negara juga ada demo dan itu gak masalah," kata Mahfud MD dalam diskusi dengan Indonesia New Media Forum di Jakarta, Senin (8/9/2025).
Bagi dia, aksi demo yang terjadi perlu dilakukan karena sebelumnya suara yang disampaikan tidak terdengar oleh para pemangku kebijakan. Ketika setelah demo berakhir, dan terjadi sejumlah kebijakan baru untuk merespons tuntutan yang disuarakan dalam aksi demonstrasi, ini menjadi tanda positif dari aksi demonstrasi tersebut.
Mahfud juga menyebut, demo menjadi tanda terjadinya penguatan masyarakat sipil atau civil society. Sebab dalam aksi ini, massa berkumpul dengan latar belakang berbeda untuk menyuarakan tuntutan yang sama.
"Justru karena itu kita harus memperkuat civil society, makanya harus terus kita kawal," kata Mahfud.
CEO Indozone, Riel Tasmaya, menekankan hal serupa. Menurutnya, sejumlah perubahan kebijakan padca-demo yang terjadi akhir bulan lalu, menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu, suara mereka akan didengarkan.
Dengan demikian, Riel menggarisbawahi pentingnya memperkuat endurance (daya tahan) agar masyarakat terus bersuara bersama agar perubahan positif terus terjadi.
"Apa yang bisa kita lakukan adalah mempertahankan endurance itu," kata Riel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan