Sabtu, 16 AGUSTUS 2025 • 19:31 WIB

Presiden Prabowo Kerahkan Militer untuk Berantas Perkebunan dan Tambang Ilegal di Indonesia

Author

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan tahunannya menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia di Jakarta, Indonesia, pada 15 Agustus 2025. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan melancarkan operasi besar-besaran untuk menindak tegas eksploitasi ilegal sumber daya alam di Indonesia.

Rencana ini diambil setelah survei nasional menemukan sekitar 3,7 juta hektare perkebunan kelapa sawit beroperasi tanpa izin yang sah.

Prabowo menjelaskan bahwa total 5 juta hektare perkebunan kelapa sawit saat ini berada dalam pengawasan.

Perkebunan tersebut diduga berdiri di kawasan hutan lindung, tidak melaporkan luas lahan sebenarnya, dan mengabaikan panggilan auditor pemerintah.

Baca juga: Stok Beras Tertinggi dalam Sejarah, Prabowo Sebut Petani Tersenyum Karena Harga Gabah Stabil

Militer Dilibatkan untuk Penertiban

“Kami akan memastikan rakyat Indonesia tidak menjadi korban keserakahan ekonomi,” kata Prabowo dalam pidatonya di parlemen, Jumat (15/8/2025).

Ia menambahkan, pemerintah bersama militer telah menyita 3,1 juta hektare perkebunan sawit ilegal.

“Kami mengerahkan militer untuk mendampingi tim penertiban karena sering kali menghadapi perlawanan,” jelasnya.

Meski demikian, sejumlah kritikus menyoroti semakin besarnya peran militer dalam urusan sipil di bawah kepemimpinannya.

Baca juga: Gandeng TNI, Presiden Prabowo Rancang Program Makan Siang Gratis Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan

Penindakan Meluas ke Sektor Pertambangan

Selain perkebunan, Prabowo juga memperingatkan bahwa pemerintah tidak akan ragu menyita aset perusahaan yang memanipulasi data dan melanggar undang-undang.

Penindakan ini juga akan diperluas ke sektor pertambangan. Berdasarkan laporan resmi, terdapat 1.063 operasi tambang ilegal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Negara kepulauan ini dikenal kaya akan sumber daya mineral, sehingga rawan menjadi sasaran aktivitas penambangan ilegal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU