Sabtu, 09 AGUSTUS 2025 • 11:00 WIB

Tak Yakin Arya Daru Bunuh Diri, Dino Patti Djalal Ungkap Sederet Kejanggalan

Author

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal ungkap sederet kejanggalan terkait kematian Arya Daru. (Instagram/dinopattidjalal)

INDOZONE.ID - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal ikut angkat suara terkait hasil penyelidikan kepolisian yang mengindikasikan jika Arya Daru Pangayunan (39) diplomat muda Kemlu tewas akibat bunuh diri. Tak yakin dengan hasil itu, Dino membongkar sederet kejanggalan dari kasus tersebut.

Melalui akun media sosial Instagram miliknya, Dino membuat video yang isinya membahas kematian Arya Daru. Ia mengakui membuat video tersebut karena banyak orang yang menanyakan kasus tersebut ke dirinya.

"Saya Dino Patti Djalal, banyak orang yang menanyakan opini saya mengenai Diplomat Muda Arya Daru," kata Dino dalam video yang diposting seperti dilihat pada Sabtu (9/8/2025).

Diklaim, apa yang ia ucapkan merupakan pandangan dari pihak keluarga korban termasuk pandangan dari sebagian besar masyarakat Indonesia. Dino merasa sulit mempercayai jika Arya Daru dikatakan bunuh diri.

Baca juga: Keluarga Besar Arya Daru Pangayunan Keluarkan Surat Pernyataan Resmi, Desak Penyelidikan Ulang yang Transparan

Metode Bunuh Diri Dinilai Janggal

"Kenapa saya berpandangan begitu? Pertama, karena metode bunuh diri yang diduga dilakukan oleh Arya Daru itu sangat tidak lazim," kata Dino.

"Biasanya kalau orang mau bunuh diri itu, dia memilih cara yang konvensional yang tidak menyengsarakan dirinya, dan ini walaupun saya tidak bisa sebutkan secara grafis, tapi kita tahu semua apa itu," sambungnya.

Dino mengaku baru pertama kali mendengar adanya orang bunuh diri dengan cara dilakban.

"Pertama kali saya mendengar bahwa dia bunuh diri dengan cara lakban, saya mengatakan tidak pernah seumur hidup saya mendengar orang bunuh diri dengan cara lakban. Jadi ini suatu tanda tanya yang besar sekali," paparnya.

Pertanyakan Soal Depresi

Dino kemudian membahas persoalan psikologi Arya Daru. Jika dilihat dari jejak digital terkait karirnya, Arya Daru disebut Dino dalam kondisi yang antusias dan penuh gairah untuk bekerja.

"Arya Daru itu akan posting di Finlandia, salah satu posting idaman bagi diplomat Indonesia. Sebagai diplomat, saya paham sekali orang yang mau posting di luar negeri itu merasa sangat antusias, penuh gairah dan gelora hidup, karena dia akan membuka lembaran baru dalam hidupnya dan karirnya di luar negeri," kata Dino.

Untuk itu, Dino menilai dari segi psikologi tidak cocok jika disebut Arya Daru mengalami depresi sampai berkeinginan bunuh diri.

"Kalaupun dia mengalami masalah pribadi atau pekerjaan di dalam negeri, diplomat yang mau posting itu akan merasa 'Alhamdulillah saya akan meninggalkan semua beban itu di belakang saya, karena saya akan posting di tempat yang indah di luar negeri'. Jadi dari segi itu, teori bunuh diri ini juga tidak masuk akal," kata Dino.

Tak Ada Pesan Terakhir Untuk Keluarga

Berbeda dengan kasus bunuh diri yang lain, acapkali korban meninggalkan pesan kematian untuk keluarganya.

"Tidak mungkin dia mau hilang begitu saja, apalagi kalau dia begitu mencintai keluarganya dan dalam hal ini tidak ada satupun pesan kematian yang ditinggalkan oleh Arya Daru kepada istri maupun kepada anak-anaknya," kata Dino.

Baca juga: Polda Metro Ogah Sebut Kematian Arya Daru Akibat Bunuh Diri, Ini Alasannya

Persoalkan Ponsel Korban

Dino kemudian juga menyoroti satu ponsel milik Arya Daru yang hingga kini tidak ditemukan oleh kepolisian. Hal ini yang menjadi kejanggalan dirinya.

"Kalau ada orang mau bunuh diri, biasanya dia tidak akan melepas hp-nya. Kadang mungkin dia akan mengecek seluruh hal-hal yang ada di dalam hp itu dan mungkin dia juga akan melakukan komunikasi terakhir melalui hp itu," tuturnya.

CCTV Dirasa Janggal

Kejanggalan berikutnya diungkap Dino berkaitan dengan CCTV. Dino menyebut CCTV yang ditemukan kepolisian tidak utuh atau tidak lengkap.

"Bahwasanya sidik jari orang lain tidak ditemukan. Bahwasanya hp juga tidak ditemukan dan juga CCTV rekamannya tidak penuh lengkap. Ini juga menimbulkan kesan bahwa ini merupakan suatu pembunuhan yang direncanakan secara rapi," pungkas Dino.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU