Saiful Mujani diperiksa di Polda Metro Jaya. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)
INDOZONE.ID - Pengamat politik Saiful Mujani menilai, berurusan dengan pihak berwajib, dalam hal ini kepolisian, merupakan hal biasa. Dia bahkan menyindir insiden teror yang dialami oleh aktivis KontraS, Andrie Yunus.
"Kalau ada masalah secara civilian, berurusan dengan polisi, itu normal. Itu biasa dari pada saya di-Andrie Yunus-kan gitu ya," kata Saiful Mujani kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Saiful Mujani diperiksa di Polda Metro Jaya. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)
Saiful tengah memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. Saiful diperiksa terkait kasus dugaan penghasutan.
"Saya sudah menyatakan sebelumnya bahwa kalau dibutuhkan informasi dari saya atau apa pun, dipanggil sama pihak yang berwajib, polisi dalam hal ini, saya pasti akan datang dan saya datang sekarang ini memenuhi kewajiban hukum saya kepada bapak polisi," ungkapnya.
Baca juga: Saiful Mujani Penuhi Panggilan Terkait Tudingan Penghasutan Sambil Dikawal Sejumlah Tokoh
Lebih dari sekedar pemanggilan polisi, Saiful menyoroti sikap kritis yang dikhawatirkan akan dikriminalisasi.
"Yang saya sangat takut dan saya sangat khawatir adalah apabila suara kritis itu dikriminalkan lagi. Itu bukan menyangkut diri saya, tapi menyangkut komunitas kita sebagai akademisi, sebagai intelektual publik dan sebagai aktivis dan seterusnya yang punya komitmen pada nilai-nilai kebangsaan kita," kata Saiful.
Sekedar informasi, Polda Metro Jaya sempat menerima laporan polisi terkait Saiful Mujani. Ada lebih dari satu laporan yang masuk terkait dugaan penghasutan.
Laporan kasus tersebut terkait video ucapan dari Saiful Mujani. Dalam video itu, Saiful berbicara perihal menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan