INDOZONE.ID - Alvaro Kiano Nugroho (6) bocah yang sempat dilaporkan hilang beberapa bulan lalu ternyata ditemukan tewas. Sang bocah tewas ditangan ayah tirinya sendiri berinisial AI.
Selasa, 25 November 2025, Indozone merangkum secara singkat fakta-fakta sementara rentetan kasus maut tersebut, dimulai dari laporan hilang, jejak hilangnya korban sampai fakta korban sudah tewas ditangan ayah tirinya.
Berikut fakta-faktanya:
Kasus ini bermula dikala sang bocah izin untuk salat magrib di Masjid Jami Al-Muflihun, Bintaro, Jakarta Selatan pada 6 Maret 2025 lalu. Pengakuan dari saksi yang merupakan marebot Masjid mengungkap jika ada seorang pria mencari Alvaro.
Baca juga: 8 Bulan Berlalu Hilang Tanpa Jejak, Polisi Belum Berhasim Temukan Bocah Alvaro
Kala itu, saksi kehilangan jejak lantaran sedang menyiapkan menu buka puasa. Dari sinilah Alvaro tak pernah kembali ke rumah.
Berbulan-bulan lamanya pasca hilang dan sudah melapor ke polisi, keluarga korban mengaku kerap dihubungi oleh orang tidak dikenal. Orang tersebut meminta sejumlah uang dengan alasan mereka mengetahui keberadaan Alvaro.
Berdasadkan pendalaman kepolisian yang panjang, rupanya dalang dari kasus ini ialah AI, ayah tiri dari korban. Polisi kemudian mengamankan pelaku dan melakulan pemeriksaan mendalam.
"Ini diakui oleh tersangka melakukan penculikan terhadap ananda AKN sampai dengan membawa korban dari salah satu masjid ke wilayah Bintaro," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto sebelumnya.
Rupanya, korban sendiri tewas usai dibekap oleh pelaku. Korban dibekap lantaran terus menangis. Setelah Alvaro tewas, jasad korban dibungkus dengan tas plastik hitam kemudian dibuang di wilayah Tenjo, Jawa Barat.
Baca juga: Polres Jaksel dan Polda Metro Jaya Berbeda Versi soal Lokasi Kematian Ayah Tiri Alvaro
Nahas, setelah korban berhasil ditemukan, jasad korban sudah menjadi kerangka.
Berdasarkan pendalaman kepolisian, aksi tersebut dilakukan dengan dorongan rasa ingin membalas dendam ke istrinya atau ke ibu dari Alvaro. Pelaku menginginkan aksi balas dendam karena menduga sang istri sudah berselingkuh.
"Adapun motifnya yaitu dari komunikasi yang ada, ada motif dendam pribadi dengan istrinya. Jadi istri tersangka ini bekerja di luar negeri, dari hasil chat itu muncul adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya," kata Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan