Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 09 AGUSTUS 2025 • 14:02 WIB

Soal Jaksa Viral Cekcok karena Diklakson di Tangsel hingga Pamerkan Senpi, Begini Respons Kejagung

Soal Jaksa Viral Cekcok karena Diklakson di Tangsel hingga Pamerkan Senpi, Begini Respons KejagungIlustrasi senjata api (INDOZONE)

INDOZONE.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) angkat suara ihwal viralnya aksi arogan seorang jaksa saat cekcok dengan pengendara lain di kawasan Tangerang Selatan. Kejagung bilang, jaksa tersebut kini sedang diproses.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna. Anang mengamini pria viral berinisial S ini merupakan jaksa.

Soal Jaksa Viral Cekcok karena Diklakson di Tangsel hingga Pamerkan Senpi, Begini Respons KejagungViral pemobil Pajero cekcok dengan pengguna jalan lain. (Instagram/info_ciledug)

"Benar. Yang bersangkutan jaksa fungsional dibagian Pidum Kejagung," kata Anang kepada wartawan, Sabtu (9/8/2025).

Anang mengatakan saat ini S sedang diperiksa. Kejagung menyampaikan permintaan maafnya atas ulah arogan dari jaksa yang kini viral tersebut.

"Terhadap yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan oleh Timwas Kejagung. Bagaimanapun kan salah begitu, tidak boleh begitu, nanti kita bina," kata Anang.

"Kami mohon maaf terhadap tindakan oknum dari Kejaksaan," sambungnya.

Baca juga: Viral Aksi Arogan Pengendara Pajero Pamerkan Senpi di Tangsel, Rupanya Seorang Jaksa

Sementara itu, berkaitan dengan senpi yang ditunjukkan oleh jaksa tersebut sehingga dirinya viral, Anang menyebut pistol tersebut merupakan senjata resmi kedinasan.

"Jaksa kan boleh (memegang pistol), selama ada izin boleh. Senjata dinas itu kan ada izin resminya, bukan senjata ilegal. UU Kejaksaan kan kita sudah bisa miliki tapi kan selektif," paparnya.

Viral di Medsos

Diberitakan sebelumnya, media sosial (medsos) dibuat heboh dengan video yang menampilkan cekcok antara pengendara mobil di kawasan Jalan Jombang Raya, Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu. 

Keributan diduga karena sang jaksa tidak terima diklakson. Saat cekcok terjadi, perekam mengaku pelaku mengaku sebagai aparat dan menunjukan pistol. 

Di sisi lain, pihak kepolisian setempat mengatakan kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Alhamdulillah, pada malam hari kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara musyawarah, mufakat dan kekeluargaan," kata Kapolsek Pondok Aren, Kompol Anne Rose sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Soal Jaksa Viral Cekcok karena Diklakson di Tangsel hingga Pamerkan Senpi, Begini Respons Kejagung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!