Kamis, 17 JULI 2025 • 18:41 WIB

Israel Serang Satu-satunya Gereja Katolik di Gaza, 2 Tewas dan Pastor Terluka

Author

Pastor paroki Gereja Keluarga Kudus, Pastor Gabriele Romanelli, menerima perawatan medis setelah mengalami cedera ringan di kaki akibat serangan Israel. (REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

INDOZONE.ID - Serangan militer Israel menghantam satu-satunya Gereja Katolik di Gaza, menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya. Patriarkat Latin Yerusalem menyampaikan insiden ini terjadi di Kompleks Keluarga Kudus pada Kamis (17/7/2025) pagi waktu setempat.

“Dua orang tewas akibat serangan yang diduga dilakukan oleh tentara Israel yang menghantam Kompleks Keluarga Kudus pagi ini,” kata Patriarkat Latin Yerusalem dalam pernyataan resminya dikutip Reuters.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengaku sedang menyelidiki kejadian ini.

“IDF mengetahui laporan mengenai kerusakan yang terjadi pada Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza dan korban jiwa di lokasi kejadian. Keadaan terkait insiden tersebut sedang ditinjau,” tulis IDF dalam pernyataan terpisah.

Baca juga: Israel Bombardir Suriah, Klaim Lindungi Druze di Sweida; Suriah: Ini Agresi Terang-terangan!

Mereka menambahkan bahwa pihaknya selalu berupaya meminimalkan dampak bagi warga sipil maupun bangunan non-militer, termasuk tempat ibadah.

“IDF melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk mengurangi kerugian yang dialami warga sipil dan bangunan sipil, termasuk tempat-tempat ibadah, dan menyesalkan segala kerusakan yang terjadi pada mereka,” lanjutnya.

Sementara dari pihak gereja, pernyataan menyebut ada sejumlah orang terluka Beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Bangunan gereja pun mengalami kerusakan akibat serangan.

Pastor Gabriel Romanelli, imam paroki asal Argentina, juga menjadi salah satu korban luka. Patriarkat menyebut beliau terkena dampak dalam serangan ini.

Baca juga: Israel Serang Damaskus, Tuduh Rezim Baru Suriah Ancaman Terselubung

Pastor Romanelli dikenal sering mengabari langsung Paus Fransiskus tentang kondisi di Gaza, baik melalui telepon maupun pesan singkat. 

Dalam rekaman Reuters dari rumah sakit, ia tampak mengalami luka ringan, dengan kaki kiri dibalut perban. Meski begitu, ia masih bisa berjalan.

Hingga kini, Vatikan belum memberikan komentar resmi atas insiden ini. Respons keras datang dari Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Ia secara terbuka menyalahkan Israel atas serangan ke kompleks keagamaan tersebut.

“Serangan terhadap penduduk sipil yang telah dilakukan Israel selama berbulan-bulan tidak dapat diterima. Tidak ada tindakan militer yang dapat membenarkan sikap seperti itu,” ujar Meloni.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU